Rabu, 4 Juli 2012 00:19 WIB | Dibaca: 1401 | Editor: Rudy Hartono | Reporter : Mustain
SURYA Online, SIDOARJO - H Muhammad Imam Jazuli (54) alias Jali (bukan Imam Ghozali), berterus terang jika telah mencabuli sejumlah warga yang pernah menjadi pasiennya.
Warga Dusun Patuk Sidotemu RT 1/RW 6 Desa Sidomulyo Kecamatan Krian ini mengakuinya saat dites alat uji kebohongan (Lie Detector) di Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Surabaya di Mapolda Jatim, Selasa (3/7/2012).
Jali yang dianggap dukun sakti oleh warga setempat ternyata keder di depan alat uji kebohongan itu.”Beberapa saat menjelang dilakukan tes uji kebohongan, Jali mengaku pernah berbuat layaknya hubungan suami istri dengan sejumlah warga setempat,” ungkap AKB Marjuki, Kepala Polres Sidoarjo, Selasa.
Upaya menguji dengan alat uji kebohongan ini dilakukan oleh penyidik Polres Sidoarjo setelah sebelumnya memeriksa empat warga desa setempat yang mengaku pernah dicabuli Jali. Empat saksi itu mengaku dicabuli Jali pada tahun 2001,2005 dan 2011 silam. “Dengan pengakuan ini, kami akan melengkapi dengan bukti-bukti lainnya,”jelas Marjuki.
Bagaimana dengan perusakan rumah Jali? Marjuki menegaskan sudah mengantongi nama-nama pelaku berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan fakta di lapangan saat kejadian berlangsung, Senin (2/7/2012) siang lalu. Namun proses pemeriksaan bakal dilakukan menunggu situasi di lokasi kejadian benar-benar aman dan kondusif.
Diberitakan, ratusan warga merusak dan nyaris membakar rumah milik H Muhammad Imam Jazuli alias Jali, Senin (2/7) lalu. Warga sontak emosi setelah memergoki dua orang suruhan Jali menanam botol minyak wangi, di beberapa titik di desa Sidomulyo Kecamatan Krian, Minggu (1/7) malam. Sebelumnya warga telah memendam amarah karena menduga Jali telah mencabuli beberapa perempuan warga desa setempat saat berpraktik sebagai dukun.
Berita Selengkapnya Klik di Sini »