Rabu, 19 Juni 2013: 07:02:16

Alternatif Gas dari Luar Jatim

Senin, 25 Juni 2012 21:48 WIB | Dibaca: 345 | Editor: Adi Agus Santoso | Reporter : Dyan Rekohadi
SURYA Online, SURABAYA - Defisit gas yang dihadapi Jatim saat ini, mendorong pihak terkait untuk mencari beberapa solusi pemenuhan.

Proses Regasifikasi menjadi salah satu alternatif yang kini dicermati BP Migas, disampingkan mengaharapkan supali gas dari sumber baru di beberapa titik.

Kepala Perwakilan BP Migas Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Elan Biantoro mengatakan, defisit gas akan sulit terpenuhi jika melihat kebutuhan dan realisasi produksi yang biasanya mengalami kemunduran dari POD (Plan of Development) atau rencana pengembangan lapangan yang sudah ditentukan.

Untuk mengatasinya, seharusnya sudah dipikirkan untuk membangun regasification unit. "Dengan adanya unit ini, tidak perlu terus menggantungkan dari lapangan yang ada, tapi bisa menyalurkan dari luar wilayah,” ujar Elan, Senin (24/6/2012).

Untuk Jatim yang paling mudah, dari Lapangan Tangguh atau bahkan mengimpor dari Australia. Ia menambahakan, unit regasifikasi sudah dibangun di Teluk Jakarta. "Nanti akan beroperasi Juli. Yang membangun konsorsium antara Pertamina dengan PGN," tambah Elan.

Saat ini kebutuhan gas di Jatim mencapai 900 juta kaki kubik (MMSCFD). Sedangkan suplay yang ada saat ini ada sekitar 500 MMSCFD. Artinya masih ada kekurangan sekitar 400 MMSCFD yang belum juga terselesaikan.

Ada dua potensi baru di Lapangan Bidi di Selat Madura dengan perkiraan hasil produksi 150 MMSCFD serta di Lapangan Bukit Tua di Bojonegoro dengan potensi sekitar 50 MMSCFD. "Keduanya baru akan beroperasi di 2014"," ujar Elan.

Berita Selengkapnya Klik di Sini »

Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/