Senin, 20 Mei 2013: 08:52:40

Al Qaida Akui Bunuh Panglima Ofensif Yaman

Jumat, 22 Juni 2012 02:53 WIB | Dibaca: 589 | Editor: Heru Pramono | Sumber : Antara
SURYA Online, DUBAI - Al Qaida hari Kamis menyatakan melancarkan serangan bom bunuh diri yang menewaskan panglima ofensif Yaman yang berhasil merebut kembali daerah-daerah yang mereka kuasai di wilayah selatan, kata kelompok pemantau AS.

Dalam sebuah pesan yang dipasang di situs berita kelompok garis keras, Al Qaida di Semenanjung Arab (AQAP) mengatakan, pembunuhan Jendral Salem Ali Qoton pada Senin merupakan sebuah "pesan" kepada militer Yaman dan AS yang mendukungnya, kata SITE Intelligence, lapor AFP.

AQAP mengancam membunuh siapa pun yang mengambil bagian dalam operasi itu.

Qoton, panglima utama angkatan darat untuk wilayah selatan, tewas bersama dua pembantunya, ketika seorang penyerang bom Somalia melemparkan dirinya ke kendaraan jendral itu di Aden, ibu kota Yaman selatan.

Qoton memimpin ofensif selama sebulan terhadap gerilyawan Al Qaida di provinsi-provinsi Abyan dan Shabwa, yang membuat kelompok itu menarik diri dari sejumlah kota dan desa yang mereka rebut tahun lalu.

Sejak ofensif militer dimulai pada 12 Mei, 567 orang yang mencakup 429 anggota Al Qaida, 78 prajurit, 26 militan lokal pro-militer dan 34 warga sipil tewas.

Ofensif itu didukung oleh pesawat tak berawak AS yang pada hari itu melancarkan dua serangan udara di Yaman timur yang menewaskan 11 terduga anggota Al Qaida.

Pada 6 Mei, serangan udara AS di Yaman timur menewaskan pemimpin Al Qaida Yaman Fahd al-Quso, yang diburu dalam kaitan dengan pemboman mematikan terhadap kapal USS Cole pada 2000.

Serangan pada Oktober 2000 terhadap USS Cole, kapal perusak Angkatan Laut AS, di pelabuhan Aden, Yaman, menewaskan 17 pelaut dan mencederai 40 orang.

Quso tewas dalam serangan dua rudal di dekat rumahnya di Rafadh, sebelah timur Ataq, ibu kota provinsi Shabwa.

Menurut laporan-laporan, pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan sekitar sepuluh serangan udara di Yaman dalam empat bulan terakhir.

Badan Intelijen Pusat AS (CIA) meminta izin untuk melancarkan serangan lebih lanjut pesawat tak berawak di Yaman, meski ada risiko korban mungkin bukan teroris, kata Washington Post pada April.

AS tidak pernah secara resmi mengakui penggunaan pesawat tak berawak terhadap Al Qaida di Yaman, yang dianggap sebagai cabang paling aktif dan mematikan dari jaringan teror global itu dan menjadi pusat perang melawan teror.

Negara-negara Barat, khususnya AS, semakin khawatir atas ancaman ekstrimisme di Yaman, termasuk kegiatan Al Qaida di Semenanjung Arab (AQAP).

AS ingin presiden baru Yaman, yang berkuasa setelah protes terhadap pendahulunya membuat militer negara itu terpecah menjadi kelompok-kelompok yang bertikai, menyatukan angkatan bersenjata dan menggunakan mereka untuk memerangi kelompok militan itu.

Militan melancarkan gelombang serangan sejak mantan Presiden Ali Abdullah Saleh pada Februari menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya, Abdrabuh Mansur Hadi, yang telah berjanji menumpas Al Qaida.

Pada Maret, 185 prajurit tewas dalam serangan besar Al Qaida terhadap sebuah kamp militer di dekat Zinjibar, ibu kota provinsi Abyan.

Berita Selengkapnya Klik di Sini »

Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/