• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 20 September 2014
Surya

Maaaak…Aku Ingin Nikah!

Kamis, 21 Juni 2012 16:48 WIB
Maaaak…Aku Ingin Nikah!
dokumentansi Harian Surya
Choirun Nisa Ristanty

oleh: Choirun Nisa Ristanty
Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris UM



Pusat Studi Wanita (PSW) Universitas Negeri Malang (UM) medio Mei 2012 silam menyelenggarakan seminar pendidikan pranikah dengan tujuan mempersiapkan generasi muda membangun keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah (samara) yang dihadiri praktisi dari beberapa bidang baik sipil, agama, kesehatan dan hukum. Semua dirangkum dan dikemas dengan membahas seputar pernikahan dan problematikanya untuk membekali 150 peserta baik pria maupun wanita serta perwakilan organisasi wanita se Malang Raya.

Perwakilan seksi urusan agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Drs Ahmad Faridul Ilmi M Ag menyodorkan kebijakan pemerintah tentang gerakan keluarga sakinah (GKS). Sebagai gerakan nasional, GKS diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai upaya mempercepat mengatasi krisis yang melanda bangsa saat ini. Program pokoknya adalah pendidikan agama di keluarga, masyarakat dan melalui pendidikan formal. Secara etimologi, sakinah berarti ketenangan, mawaddah adalah cinta, rahmah adalah kasih sayang. Kata sakinah disebutkan sebanyak enam kali di dalamAl-Quranul Kariim. 

Pernikahan samara juga harus memenuhi lima prinsip yakni perjanjian yang agung, pergaulan yang baik menurut syara, istri adalah pakaian suami dan suami adalah pakaian istri, laki-laki memiliki kelebihan dibanding perempuan, serta monogami. Pernikahan beda agama hingga prosedur menikah dengan warga negara asing turut dijelaskan di sesi ini.

Materi kedua sangat menarik minat peserta, yakni seputar kesehatan reproduksi dari sudut pandang medis disampaikan Dr Sri Umi Mintarti MS yang dirangkum dengan materi KDRT dan upaya penyelasaiannya oleh Sri Wahyuningsih SH MHum. Berkali-kali pemateri reproduksi menekankan, semua yang dijelaskan baik oleh media gambar atau kalimat mengenai alat reproduksi laki-laki dan wanita semata-mata adalah bagian dari ilmu pengetahuan, bukan pornografi. Seksologi bukan hal yang tabu lagi untuk diperbincangkan. Setiap individu harus mengetahui alat reproduksinya dan mampu memahami gejala-gejala seksual yang timbul, agar nanti bisa menggunakan alat reproduksinya dengan baik hingga saat menikah kelak.

Sri Wahyuningsih SH MHum membeberkan beberapa kasus pelecehan seksual, pelecehan wanita dan KDRT yang sumbernya diambil dari koran lokal hingga nasional periode bulan Mei 2012. Beberapa upaya dan cara telah dilakukan baik untuk mencegah maupun mengatasi perempuan yang mengalami KDRT dari segi psikologis, pemulihan korban, hak dan hukum. Beberapa diskriminasi dan eksploitasi perempuan juga diungkap seperti gender stereotype yang mengatakan bahwa perempuan lemah, lelaki perkasa. 

Materi pemungkas adalah keluarga samara dalam konsepsi Islam dikemas oleh Dr KH Dahlan Thamrin serta kesehatan reproduksi dari sudut pandang agama oleh Dr A Munjin Nasih MAg. Salah satu peserta seminar, yakni Havid Yusuf, mahasiswa pascasarjana Kesehatan Olahraga Unair Surabaya mengatakan bahwa dirinya lebih mantap untuk menyegerakan menikah setelah mengikuti seminar ini. Hmm…


Editor: Tri Hatma Ningsih
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
245254 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas