Calo Tawari Tiket Danpomal
“Masak saya malam malam ditawari tiket,” kata Danpomal Mayor Laut (PM) Joko Trisuhartono, Rabu (20/6/2012) di sela razia calo tiket, pedangan
Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Suyanto
“Masak saya malam malam ditawari tiket,” kata Danpomal Mayor Laut (PM) Joko Trisuhartono, Rabu (20/6/2012) di sela razia calo tiket, pedangan asongan, dan travel ilegal di Bandara Juanda.
Trisuhartono melanjutkan ceritanya. Malam itu ia baru saja datang dari Jakarta. Karena tidak memakai baju dinas sang calo pun dengan terang terangan menawari . “Lantang sekali suaranya, Jakarta Pak, Jakarta Pak,” ujarnya.
Pada awalnya Joko memang diam saja, namun esoknya dengan mengerahkan sejumlah anggota Satgaspam, mereka mulai menyapu calo tiket yang ada dikawasan bandara. Bukan itu saja, aksi bersih bersih ini juga
merembet ke sopir taksi gelap, travel serta tekokn TKI yang tidak ada ijin melakukan operasional di bandara.
Sebagian dari mereka yang diamankan adalah wajah lama, namun tidak sedikit mereka adalah pendatang baru. Setelah dikumplkan di Mako Pomal Juanda, mereka diberikan pengarahan agar tidak mengulangi lagi aksinya di Bandara Juanda. “Silahkan kalau mau bekerja yang resmi urus ijinnya ke Angkasa Pura,” lanjutnya.
Nanik misalnya, mengaku sudah dua tahun ada di terminal Juanda. Menurutnya ia sebenarnya bekerja di salah satu travel, namun setiap kali menemui pelanggannya ia juga memberikan kartu nama. Lama kelamaan, Nanik memiliki pelanggan sendiri dan melakukan transaksi jual tiket pesawat di bandara. “Saya sebenarnya sampingan saja,
untungnya juga tidak besar,” paparnya.