Kiat Polresta Malang Tekan Kejahatan

Bawa Alarm Mobile, Polisi Langsung Datang

Sistem yang diberi nama Makota Command Center (MCC) itu akan menjadi ‘mata-mata’ guna mengintai kejahatan di Malang Kota.

Bawa Alarm Mobile, Polisi Langsung Datang
surya/nedi putra aw
PERSIAPAN - Sejumlah petugas tengah menyiapkan peralatan canggih di MCC.

MCC menempati sebuah ruangan berukuran 12 m x 7 m, yang terletak di belakang ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK). Ketika Surya masuk, di dalamnya terdapat sistem yang mengendalikan semua petugas patroli di seluruh wilayah Kota Malang.

Sebanyak 113 kendaraan dinas yang terdiri dari roda dua dan roda empat akan dipasang Global Positioning System (GPS). Pemasangan GPS ini guna memantau aktivitas pengguna mobil dinas yang dimiliki Polres Malang Kota. “MCC ini akan dilaunching Selasa (19/6/2012),” ujar Kapolres Malang Kota, AKBP Teddy Minahasa Putra.

Dikatakan, mobilitas kendaraan dinas langsung terkoneksi dengan ruang kendali. Di ruang ini pula, terdapat  layar lebar yang menunjukkan kondisi lalu lintas secara real time dari pantauan CCTV. Kota Malang yang dilengkapi seluruh ruas jalan bisa dilihat dengan jelas melalui layar lebar ini.

Kemarin, di ruang tersebut terlihat sekitar enam petugas mengendalikan operasional sistem itu. Saat terjadi aksi kejahatan, kecelakaan, atau kemacetan, operator bisa memberi intruksi petugas patroli terdekat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Beberapa di antara mereka, juga memantau keluhan-keluhan warga terkait kepadatan lalu lintas lewat akun Polresta di jejaring sosial di twitter dan facebook.

Teddy menyebut sistem seperti ini adalah satu-satunya di Indonesia. “Beberapa negara maju sudah menggunakan sistem seperti ini, di antaranya Inggris, Jepang, Singapura, dan beberapa negara di Eropa,” terangnya, Senin (18/6).

Dikatakan, program yang sudah dimiliki Polresta selama ini memiliki kelemahan. Dengan sistem monitoring konvensional (lewat telepon/HT), petugas sering terlambat memberi pertolongan pada korban kecelakaan, atau korban kejahatan. “Kalau kejadiannya di Jalan Tlogomas dan kami harus mengerahkan petugas dari sini (Polres, red.), kan terlalu jauh. Agar optimal, cukup petugas yang ada di dekat lokasi saja yang diarahkan ke sana,” kata Teddy.

Yang menarik, salah satu bagian penting dari inovasi MCC adalah terkoneksinya panic alarm mobile di Polres Malang Kota. Biasanya kantor bank, pegadaian, pajak, pertokoan, atau kasir mal memasang panic alarm stationer di bawah meja. Petugas yang terancam kejahatan langsung menekan tombol panic alarm untuk memberitahukan adanya kejahatan pada polisi.

“Namun, panic alarm mobile bisa dibawa kemanapun pemiliknya pergi. Begitu ditekan, polisi akan segera datang ke lokasi beberapa menit kemudian,” terangnya.

Informasi yang diperoleh Surya, harga panic alarm mobile ini dibanderol Rp 7,5 juta. Saat ini, ujar Teddy, sudah ada sekitar 100 unit panic alarm mobile yang sudah terjual pada masyarakat. “Rata-rata peminat panic alarm mobile ini adalah profesional perbankan, perpajakan, atau profesional lain yang rentan menjadi korban kejahatan,” tegasnya.

Dikatakan, jangkauan panic alarm ini tidak hanya di Kota Malang atau Malang Raya, tapi hingga luar kota. “Tapi untuk penanganan kejadian luar Kota Malang, akan dikoordinasikan dengan kesatuan setempat,” kata Teddy.

Halaman
12
Editor: Adi Agus Santoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help