Senin, 20 Mei 2013: 12:19:37

Kecelakaan, Mahasiswi S2 Unesa Hilang Tercebur Sungai

Rabu, 13 Juni 2012 08:58 WIB | Dibaca: 5263 | Editor: Rudy Hartono | Sumber : Surya Cetak
13laka.jpg
surya/mustain
Suasana pencarian Lindri Rahayu di sungai sekitar lokasi kecelkaan. Inzet: SIM C milik Lindri dan Mobil Joy Travel yang hancur.
SURYA Online, SIDOARJO - Suasana duka terlihat pada keluarga pasangan suami istri Sumarsono (66) dan Suminarti (61), warga Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar.

Keduanya terlihat sedih karena anak mereka, Lindri Rahayu (31), juga menjadi korban dalam kecelakaan beruntun antara mobil travel bernomor polisi L 1465 C dengan truk tronton bernomor AG 9172 AA, serta mobil Panther nopol S 90 Q. Kecelakaan ini menewaskan tiga orang penumpang travel, sementara nasib Lindri masih belum diketahui. Tubuh Lindri diduga terlempar ke sungai saat insiden terjadi.

Ayah Lindri terlihat syok. Ia meracau tidak jelas, mengetahui anaknya menjadi korban kecelakaan. Ia juga sempat marah ketika sejumlah wartawan meminta izin untuk mengambil suasana di rumah duka.

Lindri adalah dosen di Universitas Islam Blitar (Unisba) Kota Blitar. Ia juga diketahui sedang menempuh pendidikan pascasarjana (S2) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Yang menjadi kegundahan Sumarsono dan Suminarti adalah anak mereka yang diduga tercebur sungai belum ditemukan.

Yang ditemukan dari Lindri adalah tas hitam yang berisi laptop 14 inci, serta dompet. Di dalam dompet itulah polisi menemukan KTP dan SIM C atas nama Lindri.

“Dari identitas inilah korban teridentifikasi. Keluarganya juga sudah ada yang ke Mapolsek. Kami belum bisa memastikan kondisi korban, tetapi kami menduga dia tercebur sungai,” kata Kanit Lantas Polsek Balongbendo AKP Gatot Setiyo.

Mobil Joy Travel (Mitsubishi L-300) itu diketahui berhenti di tepi sungai di Jl Raya Ciro, Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balongbendo, lokasi kecelakaan maut tersebut. Di sekitar mobil itu pula, tiga jenazah korban ditemukan di luar mobil. Kondisi ini yang memicu dugaan Lindri tercebur sungai.

Untuk mencari Lindri, polisi mengerahkan puluhan anggota Basarnas Jatim yang bermarkas di Juanda Sidoarjo. Mereka menyisir sungai yang kedalamannya 4 meter hingga 12 meter menggunakan perahu karet.

Karena tidak juga ditemukan, akhirnya tim Basarnas menghentikan pencarian menjelang pukul 16.30. “Kami hentikan sementara dan akan dilanjutkan besok, karena kalau malam pencarian tidak efektif,” kata Supriono, Komandan Tim Basarnas Jawa Timur.

Semula Lindri disebut telah meninggal dunia dan jasadnya ada di kamar mayat RS Anwar Medika Balongbendo. Sedangkan jasad yang semula dikira Lindri, ternyata Ayu Wijayanti Kusumawati, warga Pare Kediri.

Tenggelamnya korban kecelakaan di sungai itu bukan kali pertama. Dalam setahun terakhir tercatat ada dua kali kejadian, korban kecelakaan lalu lintas tercebur ke sungai sedalam 5 meter dan lebar 15 meter itu. “Ini kejadian yang ketiga kalinya. Dua kejadian lalu, jasad korban tidak ketemu,” ucap Nurul (45), warga Desa Bakung Temenggungan, yang rumahnya di dekat lokasi kejadian.

Kanit Laka Satlantas Polres Sidoarjo Iptu Eka Anggriana menyatakan tetap akan berkoordinasi dengan Tim Basarnas Jawa Timur untuk menemukan korban. “Besok pencarian tetap akan dilanjutkan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, terjadi tabrakan karambol di jalan raya Balongbendo,Sidoarjo, Selasa menjelang Subuh. Kecelakaan fatal itu melibatkan mobil station Joy Travel L 1465 C yang mengangkut sembilan penumpang dari arah Mojokerto menuju Surabaya. Kemudian truk tronton AG 9172 AA dan Isuzu Panther S 901 Q.  

Pihak Satlantas Polres Sidoarjo belum menentukan tersangka lantaran masih dalam penyelidikan. Sejumlah saksi dimintai keterangan antara lain sopir truk, Joko Suprayitno (42), warga Jl Flamboyan Jombang, sopir Panther Yoyon Kristanto Wahyonon, (45), warga Perum Krian Indah B2 /07 Kecamatan Krian Sidoarjo.


Berita Selengkapnya Klik di Sini »

Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/