Selasa, 12 Juni 2012 15:53 WIB | Dibaca: 311 | Editor: Rudy Hartono | Reporter : Siti Yuliana
SURYA Online, MALANG - Penghapusan uang gedung atau Sumbangan Pengembangan Sarana Akademik (SPSA) di Universitas Negeri Malang (UM) tahun ini, tidak membuat UM kekurangan sumber dana. Untuk membiayai operasional kampus, UM mengandalkan menggenjot laba unit bisnis.
"Kami memiliki banyak unit bisnis. Biaya operasional bisa kami ambilkan dari profit itu," kata Prof Dr Soeparno, Rektor UM, Selasa (12/6/2012).
Dikatakan, beberapa unit bisnis UM misalnya persewaaan fasilitas Gedung Graha Cakrawala, Sasana Budaya, Sasana Krida, lapangan tenis semi indoor, dan stadion.
"Dalam waktu dekat, kami juga akan bangun hotel," tukas Suparno.
UM mencoba memberikan pendidikan murah. Untuk membebaskan uang gedung calon mahasiswa, ujar Soeparno, pihak kampus menyediakan dana Rp 39 miliar.
Dana ini, bersumber dari Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) pemerintah pusat.
"Ini tahun pertama kami dapat BOPTN itu, dan langsung kami putuskan untuk meringankan biaya kuliah mahasiswa baru 2012/2013 ini," kata Suparno.
Tahun ini, mahasiswa cukup membayar biaya persemester yang disebut Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang nilainya nyaris sama dengan tahun lalu.
"Jika tahun depan UM menerima BOPTN dengan jumlah yang lebih besar, maka kemungkinan UKT bisa lebih rendah dari tahun ini," janji Suparno.
Berita Selengkapnya Klik di Sini »