Futsal PON
LFA Selection Kalahkan PON DKI
Rona kegembiraan terpancar di wajah insan futsal Jatim usai menyaksikan uji c
Penulis: Eko Darmoko | Editor: Eko Supriyanto
"Jatim ternyata bisa," kata Bantot Sutriono, Wakil Ketua Badan Futsal Daerah (BFD) Jatim usai menyaksikan uji coba LFA Selection melawan PON DKI Jakarta.
Apa yang dikatakan Bantot Sutriono diamini Tan Liek Liong, pemilik tim Divisi I LFA, Buana Mas, Giyantona, Manajer FFC Jawara maupun pelatih serta pemain LFA yang kemarin banyak menyaksikan uji coba tersebut. "Sangat disayangkan, kita tidak lolos ke PON XVIII/2012 Riau. Padahal, kita memiliki kekuatan dan sumber daya yang bagus," kata Tan Liek Liong bersemangat.
Jatim tidak lolos ke PON XVIII/2012 Riau, September mendatang, setelah langkahnya kandas di kualifikasi tahun lalu. Pada kualifikasi yang digelar di Semarang itu, Jatim satu grup dengan DKI Jakarta, tuan rumah Jateng, DI Jogjakarta dan Kalbar. Dari grup ini yang lolos DKI Jakarta dan Jateng.
Pada uji coba kemarin, penampilan LFA Selection cukup mobil. Tim yang ditangani Abdoellah 'Itam' Imron dengan asisten pelatih Hadi 'Iwan' Purwanto serta Abdullah 'Aab' Bachmid itu mendominasi pertandingan. Gol perdana LFA Selection dicetak pemain Barkla, Ari Agung menit ke-6 lewat aksi individu yang cantik. Dari sisi kiri pertahanan PON DKI, Agung menusuk dan melewati dua pemain PON DKI. Begitu mendapat ruang tembak, Agung melepaskan tendangan keras dengan kaki kanan yang berbuah gol.
Berselang tujuh menit pemain Baskhara, Eko Aprianto menggandakan keunggulan LFA Selection. Lagi-lagi gol ini lahir dari sisi kiri pertahanan PON DKI. Eko yang berlari kencang menyisir garis sisi kiri pertahanan PON DKI mendapat umpan lambung silang dari pemain Green Army, Aris Setiawan. Bola lambung itu dikontrol Eko dengan dada yang kemudian didorong beberapa meter sebelum dilesakkan ke gawang PON DKI.
Unggul 2-0, pemain LFA Selection tidak mengendorkan tekanan. Ari Agung dan David Joko memiliki kesempatan menambah gol, namun peluang itu lenyap karena kena mistar gawang dan dimentahkan penjaga gawang PON DKI, Abu Bakar. Justru PON DKI berhasil memanfaatkan permainan keras LFA Selection yang berbuah tendangan penalti dari titik kedua.
Pemain senior, Vennard Hutabarat memperkecil ketinggalan menjadi 1-2 melalui penalti kedua menit ke-18. Berselang beberapa detik giliran LFA Selection mendapat kesempatan tendangan penalti dari titik kedua, namun tendangan Aris Setiawan mengenai tiang dan bola keluar. Babak pertama berakhir kurang 10 detik, PON DKI menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat Ivan Cahyadi.
Masuk di babak kedua, tempo permainan tetap cepat. Ini membuat pertandingan enak ditonton. Pemain Laju Jaya Kediri, Feri Yudiawan dengan kelebihan skill-nya berhasil membawa LFA Jatim unggul 3-2. Gol yang dilesakkan pemain asal Malang ini juga indah, karena dicetak dari sudut sempit memanfaatkan umpan terobosan Adityo Akbar.
Pemain Bulldozer, David Joko yang sebelumnya sudah memiliki empat peluang emas, namun selalu gagal, akhirnya mencetak gol menit ke-27 memanfaatkan umpan matang dari rekan setimnya di Bulldozer, Cahyo. LFA Selection sebetulnya memiliki kesempatan menambah gol, ketika pemain PON DKI, Stefanus Home Kellen diganjar kartu merah menit ke-32, namun kesempatan itu tidak mampu dimanfaatkan Ambar Supriyanto dkk.
Dua menit menjelang pertandingan bubar, PON DKI memperkecil ketinggalan menjadi 3-4. Gol ketiga PON DKI dicetak Sumianto. Lahirnya gol ini tidak memadamkan semangat Ambar Supriyanto dkk. Eko Aprianto mencetak gol keduanya sekaligus menutup kemenangan LFA Selection menjadi 5-3.
Pelatih PON DKI, Robby Hartono, mengungkapkan, kecolongan dua gol di awal pertandingan disebabkan tim asuhannya banyak sekali melakukan kesalahan. Kesalahan-kesalahan ini berhasil dimanfaatkan LFA Selection. Selain itu, kurangnya komunikasi membuat PON DKI sering kehilangan bola. "Konsentrasi pemain juga kurang. Akibatnya, mereka mudah sekali dilewati pemain LFA Selection," kata Robby, ditemui usai pertandingan, Sabtu (9/6).
Kelelahan juga diakui Robby sebagai kekalahan timnya. Pasalnya, sehari setelah mengalahkan Kalianak FC, 4-3, mereka harus menjalani laga selanjutnya. Namun, Robby mengakui, tur uji coba ke Surabaya bukan semata-mata untuk mencari kemenangan. "Uji coba ini kami manfaatkan untuk menerapkan metode-metode yang kami rangkai selama latihan. Jadi, ini adalah kesempatan kami untuk menerapkan metode itu," katanya.
Asisten Pelatih LFA Selection, Hadi 'Iwan' Purwanto mengatakan, PON DKI tidak bisa mengantisipasi umpan terobosan yang sering dilakukan pemain LFA Selection. Bermula dari sinilah, ia menginstruksikan pemainnya untuk lebih banyak melepas umpan terobosan. "Kebanyakan gol bermula dari umpan terobosan," kata Iwan.
Dalam mengantisipasi umpan-umpan biasa, pemain PON DKI sangat memahami. Selain itu, lanjut Iwan, tiga gol yang bersarang di gawangnya adalah buah dari keberhasilan PON DKI memanfaatkan kesalahan-kesalahan pemain LFA Selection. "Yang pertama karena penalti, kedua karena keliru passing dan ketiga adalah kondisi stamina pemain yang drop di akhir babak kedua," kata Iwan.