foto:Ist
Pelatih Jerman, Joachim Loew bersama Mezut Ozil
SURYA Online, GDANSK - Jerman tahu jurus terjitu melibas Portugal pada pertandingan perdana Grup 'neraka' B di Stadion Arena Lviv, Ukraina, Minggu 10 Juni, salah satunya dengan mengganggu permainan sang ujung tombak The Seleccao, Cristiano Ronaldo.
Jerman pun sadar, sebelum melancarkan jurus tersebut, mereka terlebih dulu harus mengkhawatirkan lini pertahanan mereka.
Pelatih Jerman, Joachim Loew memang memiliki pemain tengah bertalenta dengan jumlah melimpah. Ia hanya harus memilih.
Keadaan ini bertolak belakang dengan lini belakang Jerman. Keputusan Loew untuk memutuskan kepada pemain mana ia harus menggantungkan lini belakangnya pun ia tunda.
Loew harus benar-benar mempertimbangkannya, mengingat Jerman pada tahun ini mengejar gelar keempat sebagai juara Eropa, namun harus bersanding dengan Belanda, Denmark, dan tentu saja Portugal di Grup B. Dilema.
Holger Badstuber tampaknya akan menjadi pilihan utama Loew, namun perdebatan mengenai siapa yang mampu mendampingi Badstuber di lini belakang pun mulai berkembang.
Sementara itu, pemain bertahan Bayern Munchen, Jerome Boateng juga tampaknya akan digeser ke poisisi kanan, posisi yang sebenarnya tak membuat Boateng nyaman, namun dapat menguntungkan bagi pemain lini belakang tengah Per Mertesacker.
Selain Boateng, ada Lars Bender yang mungkin akan ditempatkan di belakang tengah oleh Loew.
Walaupun begitu, Loew juga harus mengkhawatirkan penampilan Mertesacker, karena ini adalah penampilan keduanya setelah pulih dari cedera pergelangan kaki pada Februari, dan bermain tak cukup baik pada pertandingan persahabatan melawan Swiss, Mei lalu, hingga Jerman harus mengaku kalah 3-5.
Ditambah lagi sang kapten Philipp Lahm juga akan dipindah dari posisi yang biasa ia tempati, yakni lini belakang kanan ke sebelah kiri.
"Kami membutuhkan banyak waktu untuk berbicara satu sama lain, dan untuk saling mendukung. Saya punya pengalaman untuk mengerti apa yang tim butuhkan," ungkap Mertesacker, seperti yang dikutip dari Reuters.
"Kami harus membuat Ronaldo marah beberapa kali di masa lalu, dan kini kami harus mengulanginya. Yang tidak boleh kami lakukan adalah memberikan situasi satu lawan satu kepadanya," pungkas Mertesacker.
Cara menghentikan Ronaldo
Pertahanan Jerman akan bergantung pada duo pemain tengah Sami Khedira dan Bastian Schweinsteiger. Keduanya bertugas untuk 'menjegal' terobosan serangan ROnaldo, walaupun Scheweini tak sedang dalam kondisi terbaiknya akibat baru saja pulih dari keluhan cedera paha selama dua minggu.
"Kami harus mencegah Ronaldo secepat mungkin dan menutup semua ruang yang ia punya. Dasarnya, kami harus membongkar kenyamanan dirinya. Ia adalah seorang Portugal dan ia tak akan bermain bagus jika tak berada dalam kondisi menikmati dirinya sendiri," tutur Khedira.
Khedira menambahkan, ia tak pernah melihat pemain layaknya ROnaldo dengan talenda dan kepercayaan diri yang tinggi. Menurut Khedira pemain seperti Ronaldo akan sulit untuk dicegah.
Sementara untuk Portugal, kunci sukses mereka melawan Jerman akan bergantung pada bagaimana Ronaldo memainkan perannya di lapangan secara kolektif bersama rekan setimnya.
Ronaldo mengungkapkan tujuan Portugal adalah untuk memenangkan turnamen ini, setelah hanya berhasil menjadi runner up pada PIala Eropa 2004 karena digulung Yunani pada laga final.
Bagaimanapun, Portugal juga tak sedang berada pada performa terbaiknya mengingat pada dua pertandingan persahabatan hanya membuahkan hasil imbang 0-0 dengan Macedonia dan bahkan kalah 1-3 lawan Turki.
"Kami ingin melaju sejauh-jauhnya, namun tujuan terdekat kami adalah perempat final, ini yang akan menentukan," tutur pelatih the Seleccao, Paulo Bento.
Berita Selengkapnya Klik di Sini »