A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Ijazah Siswi Seronok Magetan Ditahan - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Surya

Ijazah Siswi Seronok Magetan Ditahan

Selasa, 5 Juni 2012 17:34 WIB
SURYA Online, MAGETAN - Ijazah model toples (telanjang dada) siswi salah satu SMP Negeri Ngariboyo, Kabupaten Magetan yang ramai di perbincangkan di facebook (FB) itu, bakal ditahan Dinas Pendidikan (Dindik) setempat.

"Ijazah itu tidak bisa diambil orangtua, apalagi untuk sidik jari, tandatangan dan SPJ iajazah.Jadi ijazah itu tidak akan diberikan kepada siapapun, kecuali siswi itu datang ke sekolah dan menandatangani ijazah tersebut," kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Magetan Bambang Trianto kepada Surya,dikantornya Selasa (5/6/2012).

Menurut Bambang, kepala  SMP negeri itu sudah dipanggil dan membenarkan pemilik FB IR itu siswinya, yang tahun ini lulus. "Kalau nama yang tertera di FB itu didaftar sekolah tidak ada. Tapi foto yang di FB itu mirip siswi di salah satu SMP Negeri Ngariboyo, itu bener. Tidak hanya wajah persis 100 persen. Tapi juga nama aslinya yang mirip nama di FB itu,"jelas Bambang.

Kepala Sekolah (Kasek) SMP Ngariboyo Eny Widayati ketika dikonfirmasi membenarkan siswi yang foto di FB yang kini menjadi perbincangan warga Magetan itu, benar siswa di SMP-nya. "Sejak kelulusan dan foto itu beredar di dunia maya. Siswi itu tidak terlihat lagi di sekolah. Bahkan saat sidik jari dan tandatangan ijazah, siswi itu juga tidak terlihat,"kata Eny kepada Surya, Selasa (5/6/2012).

Sekolah, lanjut Eny, akan mengunjungi rumah orangtuanya untuk minta tandatangan dan sidik jari siswi yang terlibat foto toples ini. "Mudah-mudahan ketika kami kerumah orangtuanya dia mau keluar dan bisa tandatangan dan cap sidik jari ijazah,"tandas Eny.
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Suyanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas