Monyet Teror Malang
Monyet Liar di Sukun Jenis Ekor Panjang
Rosek Nursahid, Ketua ProFauna Indonesia, sangat yakin monyet yang berkeliaran dan meresahkan warga ini adalah bekas peliharaan warga
Penulis: Eben Haezer Panca | Editor: Suyanto
Rosek Nursahid, Ketua ProFauna Indonesia, sangat yakin monyet yang berkeliaran dan meresahkan warga ini adalah bekas peliharaan warga yang kemudian berhasil kabur atau mungkin pula sengaja dilepaskan.
Disebutkan Rosek, monyet ekor panjang sebenarnya bukanlah monyet yang agresif dan suka mengganggu manusia. Kendati demikian, mereka tak segan mengancam balik bila sewaktu-waktu merasa terancam. "Itu sifat dasarnya dan termasuk mekanisme mempertahankan diri. Karenanya kami menghimbau warga agar tidak mengganggu monyet tersebut," kata Rosek, Kamis (31/5/2012).
Selain itu, dibandingkan monyet-monyet lain, monyet ekor panjang juga mudah beradaptasi di lingkungan yang beragam. Salah satu kemampuan adaptasi tersebut adalah mereka mampu memakan apa saja, termasuk makanan yang biasa dikonsumsi manusia. Karenanya, tak heran bila monyet-monyet itu kini bisa dengan mudah berkeliaran di perkampungan padat penduduk. "Beda dengan lutung yang murni makan daun. Monyet ekor panjang ini bisa makan apa saja, termasuk nasi yang biasa dimakan manusia," imbuhnya.
Dengan kejadian ini, ProFauna Indonesia berharap masyarakat tidak membeli dan memelihara satwa liar. Pasalnya, dengan kondisi lingkungan yang buruk, spesies ini bisa dengan mudah menularkan penyakit satwa liar (zoonosis) seperti rabies, tuberkulosis, dan hepatitis.(St17/Eben Haezer Panca P)