Jumat, 24 Mei 2013: 00:30:14

Warga Tuntut Camat Selingkuh Dipecat

Rabu, 30 Mei 2012 14:22 WIB | Dibaca: 2379 | Editor: Rudy Hartono | Reporter : Sudarmawan
30selingkuh.jpg
surya/sudarmawan
Ratusan warga demo menuntut Camat Jiwan, dipecat, Rabu (30/5/2012).
SURYA Online, MADIUN - Ratusan warga yang tergabung dalam rakyat berkoalisi untuk Madiun meluruk Kantor Pemkab Madiun, Rabu (30/5/2012).
Mereka mendesak Inspektorat Pemkab Madiun memberikan sanksi pemecatan terhadap Camat Jiwan, PR. Ini menyusul kasus laporan dugaan perselingkuhan yang disampaikan suami Camat itu kepada Pemkab Madiun.

Selain berorasi, massa juga mengusung berbagai poster bertuliskan kecaman. Diantaranya : "Pecat Pejabat Tidak Bermoral",  "Pecat dan Gantung Pejabat Selingkuh", "Pejabat Bejat", dan masih banyak poster bernada kecaman.

Sementara, Kepala Inspektorat Pemkab Madiun, Bambang Budi Utomo menegaskan jika pihaknya sudah menindaklanjuti laporan suami Camat Jiwan, ZA yang sudah masuk ke Pemkab Madiun.

Selain itu, pihaknya sudah memeriksa Camat Jiwan dan suaminya. Namun, hasilnya Camat Jiwan menyangkal semua laporan dan suaminya meyakini semua laporan yang disertai bukti foto mesra dan SMS Camat Jiwan dengan Pria Idaman Lain (PIL)nya meyakini kebenaran sejumlah bukti perselingkuhan itu.

Menurutnya, Pemkab Madiun sudah menonjobkan Camat Jiwan sejak 29 Mei 2012 sejak pukul 13.00 WIB kemarin. Sedangkan mengenai saksi, pihak Inspektorat sudah menyiapkan berbagai sanksi sesuai dengan kesalahannya.

Sementara, Camat Jiwan PR, sejak adanya laporan kasus ini, tidak bisa dikonfirmasi. Ketika nomor ponselnya aktif dan dihubungi berkali-kali tidak memberikan jawaban. Begitu juga saat dikirim SMS. Bahkan, kerapkali saat panggilan ponsel ketiga dan seterusnya Hand Phone (HP) seringkali dimatikan.

Diketahui sebelumnya, Camat Jiwan, Jumat 18 Mei 2012 lalu dilaporkan suaminya, ZA, ke Inspektorat Pemkab Madiun, karena suaminya menemukan bukti berupa foto mesra dengan laki-laki lain yang diduga sebagai PIL-nya. Dugaan sementara, PIL Camat Jiwan, WM merupakan oknum berpangkat Letkol dan pemegang tongkat komando (Komandan) di salah satu kesatuan di sebuah kota yang ada di Kalimantan. Selain melaporkan kasus ini ke Pemkab Madiun, ZA juga melaporkan kasus ini ke polisi dan militer.

Berita Selengkapnya Klik di Sini »

Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/