Senin, 28 Mei 2012 23:37 WIB | Dibaca: 761 | Editor: Eko Supriyanto | Reporter : Aji Bramastra
SURYA Online, SURABAYA - Banyak pelatih tidak rela bila pemainnya tidak bisa memperkuat tim karena dipanggil timnas. Apalagi, di laga penting menghadapi tim yang sulit dikalahkan. Tapi, anggapan itu sepertinya tidak berlaku bagi Pelatih Persibo Bojonegoro, Paulo Camargo.
Pelatih asal Brasil ini mengaku bisa saja menarik kembali enam pemainnya yang memenuhi panggilan timnas, demi memperkuat Persibo saat menghadapi Persebaya di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Minggu (27/5/12) lalu.
Namun, ia tidak melakukan itu, karena tidak sampai hati. Ia mengaku, bila dia menarik pemainnya dari timnas, bisa merusak kebahagiaan pemain.
“Tim kami ini tim kecil. Tentu sebuah kejutan kalau ada pemain saya bisa dipangil timnas. Kalau saya panggil mereka, berarti saya memutus mimpi mereka,” ujar Camargo, selepas laga menghadapi Persebaya.
Camargo harus mengakhiri laga itu, dengan kekalahan. Timnya ditekuk Persebaya dua gol tanpa balas. Kekalahan ini tidak terlalu mengejutkan, karena Camargo tidak bisa menurunkan enam pemain terbaiknya. Samsul Arif, Jajang Paliama, Novan Setyo Sasongko, Sigit Meiko, Harry Syaputra, dan Muhammad Nur Iskandar, semuanya tidak bisa bermain karena memenuhi agenda timnas.
Kebijakan Camargo ini berkebalikan dengan tim yang baru saja mengalahkannya, Persebaya. Demi laga menghadapi Persibo, Persebaya sampai menarik pulang Andik Vermansyah, yang sebetulnya masih harus memperkuat Timnas U-23, dalam laga eksibhisi menghadapi Inter Milan.
Camargo mengaku justru berbangga ada pemainnya yang layak bermain di level internasional. “Buat pemain saya, panggilan timnas sama saja dengan masa depan. Mereka punya peluang mendapat tawaran dari klub besar,” tuturnya.
Berita Selengkapnya Klik di Sini »