A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Akhirnya PLN Beri Santunan Pekerja Yang Kecelakaan - Surya
Sabtu, 29 November 2014
Surya

Akhirnya PLN Beri Santunan Pekerja Yang Kecelakaan

Senin, 28 Mei 2012 18:49 WIB

SURYA Online, GRESIK - PT PLN (Persero) Area Gresik, akhirnya menjanjikan akan memberikan santunan kecelakaan kerja kepada Minhajun Nadif (32), warga Desa Kuta Kusuma, Kecamatan Sangkapura, Bawean Gresik, yang kecelakaan kerja saat akan menyambung aliran listrik Rabu (23/5/2012) lalu.

Hal itu ditegaskan Manajer PT PLN (Persero) Area Gresik, Sujarwo, Senin (28/5/2012), saat dihubungi Surya melalui ponselnya. "Ada biaya santunan kepada pekerja yang kecelakaan kerja," kata Sujarwo melalui ponselnya.

Padahal sebelumnya pihak rekanan PT PLN Rayon Bawean yaitu KUD Purayaja kebingungan mencari dana pengobatan Nadif untuk berobat di Rumah Sakit Swasta di Surabaya selama hampir sepekan. "Sampai saat ini biaya perawatan sekitar Rp 25 juta masih ditanggung KUD Purajaya dan keluarga. Seharunya Nadif  dibiayai  PLN Rayon Bawean karena bekerja atas perintahnya," kata Harianto (39), Ketua KUD Purajaya saat dihubungi melalui ponselnya.

Seharusnya, kecelakaan tersebut tidak tanggung jawab KUD Purajaya, karena tugas yang diberikan kepada Nadif diluar tanggung jawab KUD Purajaya. "Sudah jelas Nadif diperintah pegawai PLN Rayon Bawean, sehingga biaya pengobatan harus ditanggung sampai sehat normal," imbuhnya.

Kondisi Nadif sampai saat ini sudah mulai membaik dan diperbolehkan pulang, tetapi harus kontrol sepekan sekali sampai enam bulan berlangsung. "Sekarang harus numpang di rumah saudara di Lamongan karena harus kontrol setiap sepekan sekali," kata Desi Sarifah (32), kakak Nadif, melalui ponselnya. (Sugiyono).


Penulis: Sugiyono
Editor: Suyanto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas