• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 20 September 2014
Surya

Penderita AIDS Jatim Sangat Tinggi

Minggu, 27 Mei 2012 17:07 WIB
SURYA Online, SURABAYA - Jumlah penderita HIV/AIDS di Jatim ternyata sangat tinggi. Data Dinas Kesehatan Jatim menyebutkan,  sejak 1989 hingga Maret 2012 lalu, jumlah penderita AIDS mencapai 5.561 orang.

Dari jumlah itu, hampir semuanya menyebar merata ke 38 kabupaten/kota. Ini berarti, tidak ada satunya daerah di Jatim yang terbebas dari penyakit mematikan tersebut.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Daerah Provinsi Jatim, Otto Bambang Wahyudi, mengatakan,  banyaknya penderita HIV/AIDS harus disikapi serius. Karena si penderita  biasanya baru menyadari telah terjangkit jika kondisinya telah parah. Ditambah adanya stigma negatif di masyarakat yang membuat penderita enggan terbuka.

"Makanya penanganan dan penanggulannya harus dilakukan agar tidak semakin menyebar dan meluas. Dan semua elemen di masyarakat harus mendukungnya," ujar Otto, Minggu (27/5/2012).

Menurut Otto, dengan semakin banyaknya potensi ancaman penyebaran, KPA berharap pemerintah daerah lebih meningkatkan kinerjanya. Misalnya dengan lebih intensif melakukan sosialisasi hidup, membiasakan pakai kondom saat berhubungan seks di luar pasangan yang sah.

"Selain itu, dukungan penuh dari semua instansi dan stakeholders yang ada juga mutlak diperlukan," kata Dosen Pasca Sarjana Universitas Dr Soetomo Surabaya ini.

Khusus KPA Jatim sendiri, pihaknya, kata Otto telah merumuskan tiga program. Pertama, orang yang sehat jangan sampai terinfeksi. Caranya,  dengan memberi pemahaman kepada masyarakat agar menjauhi perbuatan yang bisa menjurus pada HIV/AIDS.

Kedua, orang yang sudah terinfeksi diusahakan tidak masuk stadium AIDS. Ketiga, orang yang sudah terkena AIDS, harus diperpanjang harapan hidupnya, dengan cara diberi perhatian dan pengobatan secara berkelanjutan.

"Untuk melindungi kaum ibu agar tidak ikut terinfeksi HIV/AIDS, kita membuat program penanganan secara menyeluruh dengan sasaran utama mereka yang berisiko tinggi, seperti para suami, PSK, waria, gay, dan pecandu narkoba melalui media jarum suntik," tegasnya.

Hal yang tidak kalah pentingnya, lanjut Otto adalah mengintegrasikan data dan informasi strategis terkait HIV/AIDS. Karena selama ini terdapat perbedaan data antara Dinas Kesehatan, BPS, dan Bappeda.

Menurut estimasi KPA, di Jatim terdapat  sekitar 27.062 orang yang terinfeksi HIV/AIDS. Dari jumlah itu, yang terdata baru sekitar 11.061 penderita. Sedang sisanya belum terdeteksi.

"Kalau data bisa terintegrasi dapat  menjadi bahan pengambilan kebijakan pemerintah. Sehingga aksi penanggulangan HIV/AIDS diharapkan lebih tepat dan berjalan lebih optimal," imbuh Otto.
Penulis: Mujib Anwar
Editor: Rudy Hartono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
240906 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas