Jumat, 24 Mei 2013: 16:47:00

Untuk Desain Khusus Wajib Bayar Cetakan

Kamis, 24 Mei 2012 23:02 WIB | Dibaca: 1276 | Editor: Rudy Hartono | Reporter : Marta Nurfaidah
24pamerbotol.jpg
surya/ahmad zaimul haq
Wakil Direktur PT Pyramindo Santana Putra Ahmad Gaber memamerkan sebagian produksi anekabotol di almari etalase
SURYA Online, SURABAYA - Perjalanan bisnis keluarga Banun Hadi ini penuh liku. Biaya operasional pabrik cukup besar dengan keuntungan yang tidak terlalu berlebihan. Bagi mereka, asal pabrik masih mampu memproduksi dan dapat menggaji pekerja, semua dianggap sudah cukup.

aktivitas pabrik PT Pyramindo Santana Putra tidak konsisten layaknya pabrik-pabrik lain. Jeda waktu antara masa produksi dan libur termasuk lama. Meski demikian, mereka berusaha tetap beroperasional demi ratusan karyawan yang masih loyal.

“Mereka pekerja borongan yang mau kembali bekerja kembali meski pabrik berhenti produksi beberapa waktu,” tutur Ahmad Gaber, Wakil Direktur PT Pyramindo Santana Putra.

Halangan senantiasa dihadapi. Mulai dari harga bahan bakar yang naik, bahan botol beling bekas yang menipis, hingga peralatan tua yang mulai aus. Toh, proses produksi tetap jalan dan bertahan sampai puluhan tahun.

Menurut Manajer HRD, Ali Fitri, bahan bakar gas alam yang dipakai dibanderol harga uang dolar, tentu terhitung lebih mahal. Belum lagi oven atau bak pemanas rusak, bakal membutuhkan waktu setahun untuk perbaikannya.

Semua peralatan dan mesin yang digunakan di pabrik botol ini memang tergolong tua. Jika ada yang baru, terbatas pada komponen tertentu. Misalnya, alat cetak yang sudah dipesan sesuai desain botol.

“Komponen semacam itu kami pesan di daerah Ngagel. Selebihnya, peninggalan alat dari tahun 1940 hingga 1950an,” kisah Ali Fitri.

Desain botol-botol, 60 persen di antaranya dibuat oleh staf PT Pyramindo Santana Putra sendiri, dan 40 persen dibuat konsumen. Desainernya lulusan STM yang memahami tentang volume, bentuk, jenis, dan berat botol.

Seluruh alat cetak ini ditata rapi di ruang tersendiri bersama alat-alat tua. Setiap cetakan diberi label sesuai jenisnya. Karena tua, alat yang rusak cukup diperbaiki sendiri. Teknisinya sudah belasan tahun bekerja di pabrik dan paham betul seluk beluk mesin.

Setelah botol dibuat, seorang pekerja membawanya ke oven pendingin. Semua botol yang baru dicetak dan masih panas diletakkan di karet berjalan pada oven pendingin itu.

Perlahan-lahan, botol bergerak melewati oven yang pada beberapa bagiannya memiliki suhu berbeda. “Proses itu butuh waktu dua jam. Alatnya sekaligus berguna mendinginkan botol dari suhu 500 sampai nol derajat Celcius,” papar Ahmad Gaber.

Tak semua botol yang dicetak bentuknya sempurna. Perbandingannya, dari 2.000 botol baru yang dibuat, hanya 1.200 saja yang terseleksi berkualitas bagus. Sisanya, termasuk afkir karena ada cacat produksi yang langsung dimasukkan dalam wadah tersendiri untuk digiling dan dilebur kembali.

Harga jual botol mulai dari Rp 700 ke atas, sesuai ukuran dan fungsi. Setiap bulan, omzet yang diterima tidak tentu karena ada jeda waktu produksi.

"Sampai sekarang ada saja konsumen baru yang datang," tambah Banun Hadi, Director of Sales PT Pyramindo Santana Putra.

Konsumen ini harus membayar biaya cetakan ke pabrik karena dibuat desain khusus. Pesanan itu berupa botol selai dan minyak aromaterapi spa. Minimal pesanan 100.000 botol.        (Habis)

Berita Selengkapnya Klik di Sini »

Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/