Minggu, 23 November 2014
Surya

SMK Kekurangan 45 Ribu Guru

Selasa, 22 Mei 2012 10:11 WIB

SMK Kekurangan 45 Ribu Guru
foto:Ist
ilustrasi
SURYA Online, JAKARTA - Sekolah-sekolah kejuruan (jenjang SMK) saat ini dalam kondisi kekurangan guru. Masih dibutuhkan 45 ribu guru di 121 program keahlian.

Indonesia memiliki sekitar 10 ribu sekolah kejuruan. Dari jumlah tersebut, 40 persennya adalah sekolah negeri dan sisanya merupakan sekolah yang didirikan oleh pihak swasta.

"Kita kekurangan 45 ribu guru SMK dan Itu menjadi problem kita," kata Kepala Subdit Pembelajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Agung Budi santoso, Senin (21/5/2012) petang, di Jakarta.

Dijelaskannya, kekurangan jumlah guru yang begitu besar terjadi di jurusan perminyakan, geologi, kimia, penerbangan, dan pelayaran. Penyebabnya antara lain karena distribusi guru yang tidak merata serta kurangnya sumber daya tenaga pendidik.

Menurut Agung, banyak guru yang akhirnya memilih untuk meninggalkan profesinya demi untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik.

"Kenapa bisa kurang? Karena misalnya guru geologi, mereka lebih memilih untuk bekerja di pertambangan karena gajinya lebih besar. Ada juga yang distribusinya tidak merata, di sini berlebih, tapi di tempat lain kekurangan," ujarnya.

Selain distribusi yang tidak efektif, faktor lain yang menimbulkan kekurangan jumlah guru adalah pengangkatan guru yang terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan.  
 
Karena itu, saat ini Kemdikbud tengah menjalin kerjasama dengan Institute Technical Education (ITE) Singapura untuk memberikan pelatihan pada puluhan guru. Kerjasama itu akan melatih para guru agar memiliki keterampilan menyampaikan materi kepada siswa.

"Kekurangan guru terbesar itu ada di SMK dengan akreditasi C. Makanya kita selalu mereview kebutuhan pasar dengan melibatkan industri, termasuk bekerjasama dengan pihak luar," tandasnya.
Editor: Heru Pramono
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas