Peneliti Impala Unibraw Temukan Vampir Palsu
Tim Peneliti Gua dari Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang menemukan Vampire Palsu
Penulis: Rudy Hartono | Editor: Rudy Hartono
"Dikatakan Vampire Palsu karena tidak menghisap darah. Anggota Megadermatidae dikenal sebagai pengendali hama tanaman (wereng), serangga, dan penghasil pupuk guano," kata Imron Fauzi, salah satu anggota peneliti Impala Unibraw, Minggu (20/5/2012).
Temuan fauna gua itu bagian dari penelitian Kars yang sedang dilakukan Impala Unibraw di Kecamatan Donomulyo pada 11 hingga 13 Mei lalu. Adapun nama ilmiah dari vampire palsu itu adalah Megaderma spasma.
Megaderma spasma merupakan hewan yang memanfaatkan gua sebagai tempat berlindung dan berkembang biak. Namun, mereka keluar gua untuk mencari makan. Masuk dalam kelompok hewan trogloxene, yaitu kelompok hewan yang memanfaatkan gua untuk salah satu bagian hidupnya sedangkan untuk mencari makan kelompok ini harus keluar gua.
Famili Megadermatidae di dunia mempunyai empat genus dan lima spesies sedangkan di Indonesia terdapat satu genus dan atu spesies. Sebarannya ada di Sulawesi, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Kepulauan Maluku. Di Asia Tenggara spesies ini ada di India dan Srilanka.
Ciri-ciri morfologi vampire palsu adalah telinga besar dan tegak, bersambungan antara kanan dan kiri pada bagian pangkalnya. Tragus panjang dan terbelah. Ekor sangat pendek atau tidak ada, kalau ada terbenam dalam selaput kulit antarpaha yang tumbuh baik.