A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Melukis Dengan Kaki Tampil di PSLI - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 1 September 2014
Surya

Melukis Dengan Kaki Tampil di PSLI

Sabtu, 12 Mei 2012 21:40 WIB
SURYA Online, SURABAYA - Dengan tanpa tangan, Bagus Subandri tetap berhasil menjadi seniman lukis. Hal itu ditunjukkan saat dia tampil di arena Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) 2012 di komplek Balai Pemuda, Sabtu (12/6/2012).

Bagus melukis dengan  kaki. Kuas lukis dijepitkan antara jari jempol dan tengah pada kaki kanan. Sedangkan jempol jari tengah kaki kiri, menjepit tempat cat lukisnya.

Dengan cekatan, kaki itu menggerakkan kuas, hingga terbentuklah lukisannya beraliran naturalis realis berjudul kupu-kupu. Luskisan pada kanvas  100 x 80 cm yang terlihat indah dan hidup. Sayap kupu-kupu berwarna-warni indah.  "Saya sudah mulai lahir tidak punya tangan. Maka sejak tahun 1989 saya memutuskan untuk menjadi pelukis karena mulai kecil saya suka coret-coret,” ungkap Bagus, yang memutuskan menjadi pelukis sejak tahun 1989.

Dia memilih untuk memanggil guru privat untuk belajar menulis dengan jari kaki. Kemudian berlanjut dengan latihan menggambar. Hasilnya, goresan Bagus ternyata berhasil dilirik pecinta seni lukis. Bagus memaparkan, sejak memulai karier lukisan bersama 8 pelukis dengan tangan dan mulut, dirinya langsung tergabung dalam Association of Mounth and Foot Painting Artist.

Sebuah perkumpulan seniman mulut dan kaki yang berpusat di Swiss. Tak hanya bisa berdiskusi teknik atau ide lukisan, dengan tergabung dengan Association of Mounth and Foot Painting Artist, karyanya juga dipasarkan di seluruh dunia. Pasalnya hingga saat ini ada pelukis dari 45 negara yang tergabung dalam perkumpulan tersebut.

 “Dalam setahun minimal kita mengirimkan karya kita ke Swiss. Disana karya kita akan dijadikan background kalender atau kertas surat. Kalau di Eropa kertas surat sangat laku, meski sudah diterpa era digital," tandas Bagus.
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Suyanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
239026 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas