FUTSAL LFA
Baskhara Andalkan Formasi Lama
Nangkring di papan tengah klasemen sementera Divisi I Liga Futsal Amatir (LFA) Jatim III,
Penulis: Eko Darmoko | Editor: Eko Supriyanto
Pemain-pemain yang ada ini digenjot dengan porsi latihan yang lebih. Pasalnya, Pelatih Baskhara FC, Yolla Hendro Sugeni, mengakui banyak kekurangan yang dimiliki pemainnya. "Pemain yang kami miliki kebanyakan pemain muda yang berusia 20 tahun. Mereka sangat muda dan minim jam terbang. Itu sebabnya, untuk putaran kedua mendatang, kami fokus latihan dasar," kata Yolla.
Latihan ini, terangnya, akan ditekankan pada latihan-latihan dasar seperti passing, strategi dan bermain futsal secara kolektif. Untuk permainan secara kolektif, diakuinya masih sangat lemah. Banyak pemain yang belum menerapkan kebersamaan tim ketika berlaga di lapangan.
"Saya akan genjot pemain agar bisa bermain secara kolektif. Saya akan menanamkan kekolektivan kepada pemain," katanya.
Dilanjutkannya, meskipun demikian, ia tidak akan mengurangi atau menambah timnya dengan pemain baru. Pasalnya, pemain-pemain yang dimiliki sejatinya pemain-pemain bagus. Hanya saja, mereka masih butuh pembinaan. "Skuad tim akan saya pertahankan," katanya.
Seperti halnya keluhan tim lain, yakni persoalan finishing, Baskhara FC juga mengalaminya. Menurut Yolla, banyak peluang yang dimiliki setiap pemain di pertandingan, namun hanya sedikit yang melahirkan gol. Hal ini terjadi karena finishing masih lemah. "Di libur Liga ini, kami juga melakukan serangkaian latihan rutin dengan porsi finishing," ujarnya.
Yang cukup dari timnnya, Yolla mengaku timnya memiliki kecakapan komunikasi meskipun dalam segi kolektif masih kurang. "Yang saya sukai dari tim ini adalah mereka sudah berkomunikasi dengan baik ketika di lapangan," tandasnya.
