Senin, 24 November 2014
Surya
Home » Bisnis »

Pemerintah RI Jangan Takut Berhutang

Kamis, 10 Mei 2012 17:53 WIB

SURYA Online, SURABAYA - China masih menjadi leading di sektor infrastruktur diantara negara-negara emerging market.

Alokasi dana untuk sektor infrastruktur mencapai 16 persen Gross Domestic Product (GDP) atau Pendapatan Domestik Bruto (PDB), sementara India 4,5 persen GDP, Vietnam 8 persen, Brazil 5 persen, Mongolia 7 persen, Laos 4 persen.

Ekonom UGM Tony Prasetiantono mengatakan, negara berkembang memiliki batas maksimal 25-30 persen GDP untuk anggaran infrastruktur.

"Anggaran itu juga bisa diambilkan dari hutang, sayangnya pemerintah Indonesia tidak berani hutang karena takut dikritik LSM. Hutang RI saat ini cuma Rp 1900-2000 triliun, kalau GDP Rp 7400 triliun hutang segitu tidak masalah," katanya di sela Seminar Nasional BUMN sebagai Lokomotif Kesejahteraan Rakyat oleh Federasi Serikat Pekerja di Hotel Singgasana, Kamis (10/5/2012).

Pemerintah Yunani kolpas karena hutangnya mencapai 160 persen terhadap GDP, dimana GDP Yunani 26.000 dolar AS sementara hutangnya 30.000 dolar AS.

"Kalau yang dikhawatirkan defisit APBN, saat ini defisitnya tidak sampai 2 persen, tolerablenya 2,5-3 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga selalu positif dengan kekuatan daya beli tinggi dan penduduk yang banyak, ini menjadi modal," imbuh Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM serta Ekonom PT Bank Permata Tbk ini.

Disamping itu, pemerintah juga bisa mengandalkan investasi asing (PMA) dan domestik (PMDN). "Artinya, Indonesia seharusnya tidak perlu tertinggal infrastrukturnya dan bisa mengejar angka 5 persen itu kalau pemerintah memang punya komitmen," tandasnya.


Editor: Rudy Hartono

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas