Selasa, 8 Mei 2012 23:57 WIB | Dibaca: 535 | Editor: Adi Agus Santoso | Reporter : Iksan Fauzi
SURYA Online, BATU - Ketua Pro Fauna Indonesia, Rosek Nur Sahid mengatakan isu Kebun Binatang Surabaya (KBS) sudah menggelinding menjadi isu internasional. Para aktivis Pro Fauna dari berbagai negara mengungkapkan keprihatiannya, atas kondisi KBS yang semakin hari semakin memburuk dengan satwa yang terus berkurang karena mati.
Keprihatinan para aktivis itu, kata Rosek, dituangkan dalam bentuk mengirimkan pesan melalui email kepada Pro Fauna Indonesia. Mereka menyesalkan kelambanan pemerintah dalam menangani KBS. Beberapa aktivis yang telah mengirimkan email itu berasal dari Pro Fauna Amerika Serikat, Inggris, Belanda, dan Australia.
Bahkan, kata Rosek, jika Pemkot Surabaya maupun Menteri Kehutanan tidak segera memperbaikinya, para aktivis ini tak segan-segan untuk mengkampanyekan boikot pariwisata Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya kepada dunia internasional. Jika ini terjadi, maka dampaknya akan semakin luas. Sebab kerugian tidak hanya ditanggung oleh warga Surabaya, tapi juga masyarakat Jawa Timur.
Rosek mengingatkan, aksi boikot seperti ini pernah dilakukan aktivis Pro Fauna internasional kepada pemerintah Bali, yang tidak segera menangani buruknya kondisi penyu di sana beberapa tahun lalu. Sementara, penyu adalah satwa hampir punah yang saat ini masuk dalam konservasi. “Cara-cara seperti ini dianggap sangat efektif, agar pemerintah jera dan segera bertindak,” ucap Rosek, Selasa (8/5/2012).
Pro Fauna Indonesia sendiri, sambung Rosek, sudah lama mengirimkan surat kepada Menhut supaya segera melakukan langkah taktis dan strategis menangani KBS. Seperti mengevakuasi satwa sampai kondisinya membaik, namun tidak permanen. Ini memberi kesempatan dulu kepada pengelola untuk berbenah. “Dan ini tanggung jawab Menhut. Sementara, Menhut ragu-ragu dan Pemkot Surabaya (Wali Kota) juga enggan (membenahi),” katanya.
Berita Selengkapnya Klik di Sini »