Detoks Lemak
Seimbangkan 3 Komponen Penting
3 Komponen Penting untuk Detoks Lemak
Tayang:
Penulis: Marta Nurfaidah | Editor: Endah Imawati
Tubuh memiliki sistem kekebalan sendiri untuk menangkal berbagai penyakit termasuk menghindari pengaruh negatif racun dalam tubuh. Sebab, setiap hari manusia mengonsumsi sumber makanan yang sudah terpapar pestisida, garam, gula, kafein, dan alkohol.
Belum lagi kebiasaan malas berolahraga dan kurangnya tidur yang berkualitas. Akibatnya, tubuh mudah merasa lelah, kegemukan, sakit kepala, hingga stres. Nah, sistem kekebalan tubuh ini mungkin pada satu saat tidak mumpuni menangkis segala jenis racun. Hanya manusia itu sendiri yang bisa mengubahnya dengan niat hidup sehat.
“Saya sekarang diet karena berat badan pernah mencapai 128,1 kilogram. Setelah diet tiga minggu turun menjadi 123,6 kilogram,” ungkap Pandawa Perdana, karyawan perusahaan IT di Surabaya, Senin (7/5).
Dia harus membatasi konsumsi jumlah karbohidrat berlebihan. Makan nasi hanya dua kali sehari dan yang satu kali diganti dengan sayuran dan buah. Di samping itu, Pandawa rutin fitness empat kali seminggu dengan durasi 30 menit di tiap sesi.
“Diet sehat melalui detoks lemak ini pada intinya menyeimbangkan asupan karbohidrat, lemak, dan protein,” ujar Prof Dr Bambang Wirjatmadi MS MCN PhD SpGK dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.
Proporsi untuk karbohidrat 60-70 kkal, lemak 15-20 gram, dan sisanya protein. Tidak lupa banyak mengonsumsi makanan tinggi serat, vitamin, serta mineral. Pola makan sehat dengan membiasakan makan sayuran dan buah segar sangat dianjurkan. Selain itu, sebaiknya makanan yang dihidangkan tidak terlalu banyak diolah sehingga bentuknya masih dekat dengan bentuk asli karena kandungan nutrisinya tinggi.
“Kurangi makanan berminyak, terutama lemak tak jenuh. Variasikan pula menu setiap hari di meja makan,” imbuhnya.
Pilih produk susu yang rendah lemak, daging tanpa lemak, dan berbagai jenis ikan untuk asupan proteinnya. Kafein dan alkohol tentu saja harus dibatasi, begitu pula camilan seperti cokelat, kue, biskuit, dan keripik. Tidak ketinggalan banyak minum air putih.
Lemak sendiri sebenarnya dibutuhkan tubuh. Terutama untuk membantu proses penyerapan vitamin (A, D, dan E), serta asam lemak esensial yang penting bagi kesehatan jantung, sistem syaraf, dan daya tahan tubuh. Sel lemak juga dapat menyimpan energi berlebihan, seperti sisa nutrisi dari porsi makan yang berlebihan.
Pengertian salah sering muncul. Ketika tubuh seseorang gemuk, bukan berarti sel lemaknya bertambah melainkan membesar. Ini dipengaruhi adanya ketidakseimbangan hormon, kurang olahraga, dan tidak memperhatikan pola makan sehat.
Belum lagi kebiasaan malas berolahraga dan kurangnya tidur yang berkualitas. Akibatnya, tubuh mudah merasa lelah, kegemukan, sakit kepala, hingga stres. Nah, sistem kekebalan tubuh ini mungkin pada satu saat tidak mumpuni menangkis segala jenis racun. Hanya manusia itu sendiri yang bisa mengubahnya dengan niat hidup sehat.
“Saya sekarang diet karena berat badan pernah mencapai 128,1 kilogram. Setelah diet tiga minggu turun menjadi 123,6 kilogram,” ungkap Pandawa Perdana, karyawan perusahaan IT di Surabaya, Senin (7/5).
Dia harus membatasi konsumsi jumlah karbohidrat berlebihan. Makan nasi hanya dua kali sehari dan yang satu kali diganti dengan sayuran dan buah. Di samping itu, Pandawa rutin fitness empat kali seminggu dengan durasi 30 menit di tiap sesi.
“Diet sehat melalui detoks lemak ini pada intinya menyeimbangkan asupan karbohidrat, lemak, dan protein,” ujar Prof Dr Bambang Wirjatmadi MS MCN PhD SpGK dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.
Proporsi untuk karbohidrat 60-70 kkal, lemak 15-20 gram, dan sisanya protein. Tidak lupa banyak mengonsumsi makanan tinggi serat, vitamin, serta mineral. Pola makan sehat dengan membiasakan makan sayuran dan buah segar sangat dianjurkan. Selain itu, sebaiknya makanan yang dihidangkan tidak terlalu banyak diolah sehingga bentuknya masih dekat dengan bentuk asli karena kandungan nutrisinya tinggi.
“Kurangi makanan berminyak, terutama lemak tak jenuh. Variasikan pula menu setiap hari di meja makan,” imbuhnya.
Pilih produk susu yang rendah lemak, daging tanpa lemak, dan berbagai jenis ikan untuk asupan proteinnya. Kafein dan alkohol tentu saja harus dibatasi, begitu pula camilan seperti cokelat, kue, biskuit, dan keripik. Tidak ketinggalan banyak minum air putih.
Lemak sendiri sebenarnya dibutuhkan tubuh. Terutama untuk membantu proses penyerapan vitamin (A, D, dan E), serta asam lemak esensial yang penting bagi kesehatan jantung, sistem syaraf, dan daya tahan tubuh. Sel lemak juga dapat menyimpan energi berlebihan, seperti sisa nutrisi dari porsi makan yang berlebihan.
Pengertian salah sering muncul. Ketika tubuh seseorang gemuk, bukan berarti sel lemaknya bertambah melainkan membesar. Ini dipengaruhi adanya ketidakseimbangan hormon, kurang olahraga, dan tidak memperhatikan pola makan sehat.
KOMENTAR