Rabu, 22 Mei 2013: 23:48:04

Kompak Gelar Kontes 222 Ayam Ketawa di Gresik

Minggu, 6 Mei 2012 20:31 WIB | Dibaca: 860 | Editor: Rudy Hartono | Reporter : Sugiyono
06ketawa.jpg
Surya/Sugiyono
Ayam Ketawa sedang beraksi dalam kontes tingkat nasional di di Lapangan Wisma A Yani, PT Semen Gresik Tbk, Gresik, Minggu (6/5/2012).
SURYA Online, GRESIK - Komunitas Penggemar Ayam Ketawa (Kompak) Gresik menggelar kontes ayam ketawa tingkat nasional, di Lapangan Wisma A Yani, PT Semen Gresik Tbk, Jl Veteran Gresik, Minggu (6/5/2012). Ayam ketawa merupakan ayam asli Indonesia yang berasal dari Sidrat, Sulawesi Selatan.

Kontes ayam ketawa itu mendapat respons yang cukup bagus, setidaknya ada 222 peserta seluruh  Indonesia yang berpartisipasi dalam acara tersebut. Diantara peserta berasal dari Banyuwangi, Jember, Blitar, Semarang, Jakarta, Makasar, Madura,  Sidoarjo , Surabaya, Gresik, Solo, Kediri.

“Kegiatan ini sangat positif untuk salah satu mempertahankan budaya Indonesia, karena ayam ini benar-benar ayam Indonesia. Berbeda dengan ayam Bangkok berasal dari Thailand dan Vietnam, dan ayam Serama dari Malaysia,” kata Wandi (37), Kamal, Madura.

Ratusan peserta tersebut tidak hanya membawa satu atau dua ayam ketawa, bahkan ada yang membawa ayam ketawa, karena untuk mengikuti berbagai macam kategori lomba yaitu, kategori Rajin berbunyi diikuti 73 peserta, Dangdut 54 peserta, Remaja 45 peserta dan kategori Slow diikuti 50 peserta.

“Komunitas ayam ketawa ini murni sebagai hobi, tidak ada unsur judinya. Dengan merdunya ayam berkokok sangat menyenangkan hati sehingga bisa menghilangkan stres,” imbuh Wandi.

Berbeda yang diungkapkan Ayong (45), peserta lomba ayam ketawa dari Sampang, Madura, yang mengritik pelaksanaan kontes ini lantaran sarana dan prasarana kontes kurang memenuhi standar umum.

“Jarak ayam dan penonton terlalu dekat, hanya 1,5 meter, sehingga bisa mengganggu ayam yang akan berkokok. Begitu juga gerak dari dewan juri yang mondar-mandir dekat dengan ayam, juga mempengaruhi ayam yang akan berkokok, dan juga tempat berteduhnya kurang tinggi, sehingga bisa mempengaruhi aksi ayam," kata Ayong, yang pernah ikut lomba ayam ketawa di Jakarta.

Ketua Kompak Gresik, Mukti Slamet (50), sekaligus penanggung jawab lomba ayam ketawa tingkat nasional pertama kali di Gresik, mengakui bahwa jarak penonton dengan ayam terlalu dekat, namun sudah memenuhi standar.

“Memang jarak dengan penonton dengan ayam ketawa terlalu dekat, hanya 1,5 meter, tapi seharusnya tidak mempengaruhi pada ayam untuk berkreasi. Kalau ayamnya memang mental juara, jika didekati orang akan tetap berkokok,” tegasnya.

Sementara Kompak Gresik sendiri bermula dari beberapa orang yang mempunyai kegemaran sama yaitu memelihara ayam ketawa. Kemudian pada tahun 2008 sampai sekarang mencoba membuat komunitas Kompak Gresik, sehingga terkumpaul anggota sekitar 40 orang lebih.
  

Berita Selengkapnya Klik di Sini »

Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/