Juanda Pakai Kran Sensor Infra Merah
Seluruh kran air, baik di wastafel atau toilet, bakal diganti dari manual dengan kran sistem sensor infra merah
Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Adi Agus Santoso
Setelah menyatakan bakal membangun hotel, kini fasilitas di lantai II yang akan dibenahi. Seluruh kran air, baik di wastafel atau toilet, bakal diganti dari manual dengan kran tanpa sentuh atau menggunakan sistem sensor infra merah.
Syamsul Hadi, asisten mekanikal dan air PT AP I, mengatakan untuk tahap pertama yang diganti sebanyak 48 kran air yang semuanya di lantai II baik terminal domestik maupun internasional.
Penggantian kran air tersebut selain menunjang higienitas dari pemakai, juga untuk menghemat air. “Kran dengan sensor infra merah ini sangat menghemat air, selain itu
juga higienis karena tidak tersentuh tangan,” paparnya.
Pergantian kran air dengan sensor ini kata Syamsul juga yang pertama kalinya di Bandara Juanda dan bandara lainnya di Indonesia. “Jadi ini baru yang pertama kalinya bandara dengan menggunakan kran air sistem sensor infra merah,” lanjutnya.
Selanjutnya seluruh kran air yang ada di bandara secara bertahap akan menggunkan sistem sensor. Saat ini kata Syamsul satu unit kran air sistem sensor ini sudah di coba di salah satu ruangan di lantai II. “Dalam dua minggu ini, akan terpasang yang lainnya,” ujarnya.
Terobosan lain yang pernah dilakukan di Bandara Juanda adalah, dengan memberi lapisan anti nyiprat yang dipasang di toilet.