Surya/pramudito
Ines Putri Tjiptadi Chandra
JAKARTA | SURYA Online - Tomboi dan sombong. Itulah kesan setiap orang begitu pertama kenal dara cantik ini. Namun, begitu kenal lebih dekat, peraih mahkota Miss Indonesia 2012 ini ternyata sosok yang ramah. Siapa pula sangka, Ines –begitu dia akrab disapa—juga doyan masak.
Soal masak, putri pasangan Ricky Chandra-Lidia Tjiptadi ini tak pernah belajar secara khusus. Dia belajar secara otodidak, khususnya dari acara televisi kesukaannya : Food Channel.
Di saat senggang, pemilik nama Ines Putri Tjiptadi Chandra ini memang betah berlama-lama di depan layar televisi untuk menyaksikan aksi para cheff dunia di Food Channel. Dan ketika tidak bisa ‘bermain’ bagus di lapangan hijau, ‘pelarian’ Ines justru ke dapur, masak!
“Tomboi sih ya! Karena sejak kecil dia akrab dengan dunia olahraga ketimbang hal yang berkaitan dengan kewanitaan,” ungkap Lidia Tjiptadi kepada Surya, Minggu (29/4) dini hari.
Ditemui usai penobatan Ines sebagai Miss Indonesia 2012 di PRJ Kemayoran, Jakarta, Lidia menambahkan, sejak kecil Ines punya perhatian besar pada olahraga golf. Tak heran. Sebab orangtuanya sering mengajaknya ketika mereka main golf.
Ines, lanjut Lidia, sudah akrab dengan stik golf saat usia 12 tahun. Ketekunan dan keseriusannya menggeluti olahraga mahal ini pula yang membuat Ines termasuk sebagai wanita termuda yang menjuarai Turnamen Golf Gubernur Bali Cup.
Ines pernah pula masuk dalam Tim Nasional Golf Indonesia. “Dia memang bercita-cita jadi pegolf profesional agar bisa memperkenalkan Indonesia pada dunia luas. Sampai sekarang kan masih banyak yang belum kenal Indonesia, tapi justru tahu Bali,” papar Lidia.
Aktivitasnya yang cukup padat di lapangan golf inilah yang membuat Ines jarang dandan secara khusus. Bungsu dari tiga bersaudara ini juga tak pernah ikut dalam kegiatan modeling. “Dia itu dandan cuma kalau mau ke acara kondangan,” kata Lidia.
Tak heran jika Lidia kaget ketika peraih medali emas dan perak di PON 2004 ini minta ijin untuk ikut kompetisi Miss Indonesia 2012. “Are you sure?” ucap Lidia mengutip keherannya waktu itu.
Sebagai Miss Indonesia 2012, Lidia mengaku, Ines harus lebih banyak belajar hal-hal yang berkaitan dengan ‘kewanitaan’ sehingga bisa muncul sisi femininnya. “Selama ini saya selalu dukung dia saat di lapangan hijau. Ke depan, fokusnya tentu bagaimana agar dia tampil lebih ‘wanita’, agar citra Indonesia bisa lebih baik lagi, lebih smart,” kata wanita yang menggeluti bisnis perhotelan ini.
Mengenai tudingan sombong pada diri Ines, diakui Lidia, pasti karena orang belum kenal dekat Ines yang sebetulnya adalah pemalu. Sebagai kutu buku, peraih beasiswa University of Georgia ini memang jarang berkomunikasi.
“Setelah kenal akrab, kesan orang pasti beda, karena dia (Ines) memang ramah dan funny,” bebernya.
Sebagai Miss Indonesia 2012 yang nantinya mewakili Indonesia di ajang Miss World yang bakal digelar di Mongolia, Ines menegaskan akan berusaha keras sehingga bisa lebih baik dari pendahulunya, Astrid Ellena yang mampu masuk 15 Besar.
“Soal kemampuan saya tak ragu. Namun, seperti juga saat ikut Miss Indonesia, akan saya tekankan pada dia agar jangan pikir menang atau kalah. Nikmati saja prosesnya. Dengan dukungan penuh masyarakat Indonesia, tentu diharapkan Ines bisa dapat hasil lebih baik,” pungkasnya.
Panggung Miss Indonesia 2012 malam itu juga menetapkan Ovi Dian Aryani Putri (Jatim) sebagai Runner Up I, sedang Jennifer Sumia dari DKI Jakarta jadi Runner Up II. “Bangga itu pasti. Karena saya tak menyangka bisa sampai Top 3. Bagi saya ini luar biasa,” ujar Ovi dini hari itu.
Berita Selengkapnya Klik di Sini »