Kamis, 26 April 2012 00:20 WIB | Dibaca: 267 | Editor: Deddy Sukma | Reporter : Deddy Sukma
yahoosports
TRAGEDI - Mario Balotelli usai membuat gol ke gawang MU, 23 Oktober lalu.
MANCHESTER, SURYA ONLINE - Di luar ingar-bingar kehebatan Chelsea yang membungkam Barcelona di Liga Champions, ada hajatan besar di Manchester 30 April depan. Itu adalah partai derby antara Manchester City saat menjamu rival kuat, Manchester United (MU).
Banyak yang memperkirakan bahwa Man City bisa mengulangi sukses seperti saat mempermalukan MU di Old Trafford, 23 Oktober silam. Saat itu Sergio Aguero membantai MU 6-1.
Saat itu, di depan 75 ribu fans MU,
Tim Biru Langit berpesta lewat gol dari Mario Balotelli, Sergio Agüero, Edin Dzeko, dan David Silva.
Belakangan, Man City kembali memperpendek ketertinggalan dari MU di klasemen
Premiership Inggris menjadi hanya tiga poin (83-80) di sisa tiga pertandingan. Bila menang, maka Man City menyamai poin MU namun unggul produktivitas gol sehingga derby ini pantas disebut laga penentu gelar.
Meski begitu, manajer Man City, Roberto Mancini menampik harapan fans
The Citizens bahwa mereka akan mengulangi sukses di Old Trafford lalu. Menurutnya istilah ‘Six in The City’ atau enam gol atas MU meski di kandang Man City, sangat sulit terulang.
“Derby Manchester selalu menjadi partai terbesar tahun ini, dan yang kedua ini tidak akan berbeda,” tegas Mancini, Rabu (254). “Tetapi kemenangan 6-1 atas MU waktu itu hanya salah satunya.”
Ucapan Mancini ini menepis anggapan manajer MU, Sir Alex Ferguson sebelumnya. Ferguson sempat mengatakan bahwa laga 30 April nanti akan menjadi derby terbesar selama 25 tahun kepemimpinannya bersama
Tim Setan Merah.
“Musim lalu, pertandingan terakbar adalah final Piala FA antara kami. Ini derby, namun hanya satu derby lagi. Yang terpenting adalah menang, Man City tertinggal tiga poin dari MU jadi kami harus bermain bagus,” tandas Mancini.
thesun
Berita Selengkapnya Klik di Sini »