Selasa, 24 April 2012 19:49 WIB | Dibaca: 393 | Editor: Rudy Hartono | Reporter : Sri Wahyunik
SURYA Online, JEMBER - Polisi memeriksa delapan orang saksi dalam kasus pengrusakan padepokan terbuka Robbani Jember. Menurut Kapolres Jember AKBP Jayadi, pihak yang telah dimintai keterangan adalah pihak padepokan dan pondok pesantren terbuka tersebut.
"Sudah ada delapan orang saksi yang dimintai keterangan, dari pihak korban," ujar Jayadi, Selasa (24/4/2012).
Namun polisi belum melangkah lebih jauh seperti menetapkan tersangka karena menunggu kondisi lingkungan sekitar kondusif. Jayadi beralasan, pihaknya tidak mau langkah yang diambilnya malah menimbulkan masalah baru.
"Penegakan hukum harus dilakukan karena dalam hal ini sudah ada pengrusakan, tetapi bagaimana yang kami dahulukan saat ini bagaimana menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah lagi," elak Jayadi.
Pihaknya masih menunggu kondisi sekitar padepokan Robbani di Lingkungan Karangtengah Kelurahan/Kecamatan Sumbersari kondusif. Pihak kepolisian juga menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember, tokoh Muhammadiyah
Jember, Kementrian Agama Jember dan Bakesbangpol Linmas Jember untuk mencari solusi atas perisitwa tersebut.
"Hasilnya, kami akan mengkaji lagi tentang ajaran dan cara berdakwah pondok pesantren terbuka itu. Sejauh ini, dari penelusuran kami titik persoalan ada di cara berdakwah pihak pondok," ujar KH Abdullah Syamsul Arifin, Komisi Dakwah MUI Jember.
Sementara itu, anggota DPRD Jember yang rumahnya berada di dekat padepokan tersebut, Sunardi mengatakan telah menyampaikan aspirasi warga sekitar ke kapolres Jember. Warga sekitar, kata Sunardi, meminta polisi bertindak setelah suasana di lingkungan tersebut kondusif.
"Warga berjanji tidak akan berbuat anarkhis jika penegakan hukum dijalankan tidak ada penahanan untuk warga," ujarnya.
Sedangkan sebelumnya, menurut Wakil Gubernur Jawa Timur Saefullah Yusuf pasti ada persoalan dengan pondok pesantren tersebut. "Aneh kalau ada pondok pesantren dirusak warga, pasti ada yang aneh dengan ajaran di pondok itu," ujar Gus Ipul.
Seperti diberitakan Surya sebelumnya, bangunan padepokan dan pondok pesantren terbuka Robbani di Lingkungan Karangtengah Kelurahan/Kecamatan Sumbersari dirusak warga, Jumat (20/4/2012) malam. Sejumlah kaca jendela dan genteng pecah, serta pagar pondok roboh. Warga sekitar resah dengan materi pengajian di padepokan tersebut.
Berita Selengkapnya Klik di Sini »