Warga Berebut Potret Bule Berpakaian Adat
Puluhan warga sekitar kampus Universitas Surabaya, Senin (23/4/2012), berkumpul di depan gedung Fakultas Teknik.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Adi Agus Santoso
Setelah menunggu beberapa saat, mereka yang berasal dari berbagai profesi itu kemudian kedatangan lima mahasiswa bule yang mengenakan pakaian adat seperti berkebaya dan berbeskap (pakaian adat jawa untuk laki-laki). Kelima bule itu, adalah Egide van der Haide dari Belanda, Michiel Frank de Kok juga dari Belanda, Diane Line Johannet dari Perancis, Saukho Coumba dari Muaritania, dan Sun Yongjing dari China.
Penampilan mereka membuat warga, yang antara lain berprofesi sebagai pegawai kantor kecamatan Tenggilis, guru dan ibu rumah tangga itu, terkagum-kagum. "Wah, cantik sekali ya, kalau bule pakai kebaya seperti ini," komentar Rohman, salah satu peserta.
Selanjutnya dengan dibantu mahasiswa jurusan informatika, para warga itupun mulai menjepretkan kamera ke arah para bule-bule itu. Spot yang dipilih pun tidak hanya depan komplek Fakultas Teknik. Tapi juga di beberapa titik halaman kampus Ubaya lainnya.
Acara berlangsung cukup lama terutama pada saat pelatihan karena antusias peserta untuk bertanya lebih detail. "Saya masih banyak yang kurang mudeng (bhs jawa : kurang jelas), makanya saya ingin langsung praktek saja", ungkap salah satu peserta dari pengurus kelurahan.
Kegiatan ini memang terkesan mendadak dan panitia belum mematangkan konsep dengan baik karena begitu mendesaknya direncanakan adanya minggu kemahasiswaan. "Memang ini minggu kemahasiswaan pertama kali di Ubaya, sehingga masih banyak yang harus dipersiapkan lebih baik lagi. Namun kami dari penyelenggara sangat senang karena kekawatiran kami terbayar dengan antusias peserta yang memang ingin sekali bisa motret," ungkap Melisa M.M. Comp selaku koordinator acara.