Selasa, 21 Mei 2013: 19:26:36

Usaid Ajak Bidan Melek Teknologi

Senin, 23 April 2012 20:51 WIB | Dibaca: 382 | Editor: Rudy Hartono
SURYA Online, SURABAYA – Penurunan angka kematian ibu dan bayi di Jatim akan melibatkan penggunaan teknologi informasi. Program Expanding Maternal and Newborn Survival (EMAS) yang diluncurkan Usaid dan Dinas Kesehatan Jatim di Hotel Garden Palace, Senin (23/4/2012), memasukkan cara tersebut supaya sistem rujukan lebih efisien.

”Bidan adalah ujung tombak untuk menurunkan angka kematian. Nah, dari mereka juga diketahui bagaimana kondisi pasien itu sebenarnya,” ujar Bambang Wijayanto, ICT Advisor EMAS Jakarta.

Teknologi informasi yang digunakan adalah SMS base, nomor telepon hotline, serta media sosial seperti Facebook, Twitter, dan blog. SMS base ini sudah berjalan sejak Oktober 2011 pada saat EMAS pertama kali diluncurkan.

”SMS base lebih menekankan pada peningkatan wawasan bidan mengenai layanan kelahiran yangt benar dan baik. Untuk ini kami bekerjasama dengan dinas kesehatan provinsi dan Ikatan Bidan Indonesia,” papar Bambang.

Diharapkan, bidan juga akan memberitahu kondisi ibu hamil yang sedang ditangani ke server EMAS. Entah pasien sedang mengalami masalah atau tidak dengan kehamilannya. Kemudian, server akan mengirim balik informasi seputar penanganan yang tepat. Bahkan, server juga dapat berfungsi sebagai pengingat (reminder) bagi bidan agar tidak lupa cek kondisi terakhir pasien.

”Ibu hamil yang menjadi pasien juga dapat diberi informasi mengenai kesehatannya sendiri dari server EMAS. Nomor telepon mereka terdaftar ke server begitu mengisi formulir pendaftaran di bidan yang menanganinya,” jelas Bambang.

Sementara itu, Facebook digunakan untuk membangun komunitas EMAS di alamat facebook.com/emas.usaid. Begitu juga penggunaan Twitter, sebagai media penyebaran informasi kesehatan ibu hamil dan melahirkan di alamat @emasIndonesia.

”Nomor hotline baru akan diluncurkan di pertengahan tahun ini,” imbuh Bambang. Kelak, melalui telepon hotline, komunikasi antar bidan dan dokter kandungan yang bertugas di puskesmas atau rumah sakit bisa langsung dilakukan.

Sehingga saat ibu hamil menghadapi masalah ketika melahirkan, bidan bisa berkonsultasi melalui telepon dengan dokter kandungan. Namun, diakui Bambang hal ini tidak mudah sebab terkadang tidak ada dokter kandungan yang berjaga di puskesmas. Ketika dokter menerima banyak pasien di rumah sakit, tanggapan juga jadi kurang cepat.

”Memang sulit, tetapi kami akan berusaha terus supaya tujuan penurunan kematian ibu dan bayi benar-benar tercapai,” tandas Bambang.

Penulis: Marta Nurafida

Berita Selengkapnya Klik di Sini »

Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/