Senin, 23 April 2012 18:48 WIB | Dibaca: 290 | Editor: Rudy Hartono | Reporter : Imam Hidayat
SURYA Online, MOJOKERTO - Kocok ulang alat kelengkapan DPRD Kota Mojokerto akhirnya rampung sudah, meski sempat molor enam jam dari jadwal semula. Biang tersendatnya agenda kocok ulang alat kelengkapan dewan paroh masa kerja itu karena buntunya komunikasi politik antara dua fraksi utuh yang sama-sama mengincar posisi ketua di satu dari tiga komisi.
Fraksi PDI-Perjuangan (FPDIP) ngotot menghendaki anggotanya memegang kendali Komisi III. Sementara Fraksi Partai Demokrat (FPD) memilih bertahan memegang kendali komisi yang membidangi kesra tersebut.
“Memang terjadi lobi-lobi antara FPDIP dan FPD soal posisi ketua Komisi III. Tapi akhirnya sudah ditemukan formula giliran FPDIP yang memegang kendali Komisi III dan FPD mengambil alih posisi ketua Komisi I yang dipegang FPDIP,” ujar Mulyadi, Ketua DPRD Kota Mojokerto, usai sidang paripurna kocok ulang, Senin (23/4/2012).
Komisi I yang membidangi hukum dan pemerintahan kini diketuai Denny Novianto asal FPD. Komisi II tetap dipegang Shalahudin asal FPAN. Sedang Komisi III kini diketuai Sunarto asal FPDIP.
Yang menarik, Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) yang sebelumnya tak memegang kendali di tujuh alat kelengkapan dewan, saat ini mampu merebut jabatan pucuk di Badan Legislasi (Banleg). Jabatan Ketua Banleg yang sebelumnya dipegang Aris Satrio Budi asal PAN diganti Abdullah Fanani asal PKB. Selain itu, Junaidi Malik asal FPKB mendapat kursi wakil ketua Komisi I.
Tak beda dengan FKB, Fraksi Partai Golkar (FKB) yang memiliki tiga anggota menempati posisi-posisi strategis. V Darwanto tetap bertahan di posisi ketua Badan Kehormatan (BK). Sonny Basuki Raharjo, tetap berada di jabatan Sekretaris Komisi II. Hardiyah Santi menjabat wakil ketua Banleg,
Dalam sidang paripurna yang berlangsung hingga pukul 17:00 WIB tersebut juga diumumkan pergantian dua ketua fraksi. FKB yang sebelumnya dipegang Abdullah Fanani kini dijabat Junaidi Malik. Sementara Sunarto melepas jabatan ketua FPDIP dan digantikan Gatot Supriyadi.
Secara yuridis, ujar Mulyadi, dari ketuk palu sidang paripurna tadi (kemarin, Red), alat-alat kelengkapan Dewan hasil kocok ulang sah terbentuk.
“Hasil kocok ulang ini memang kita harapkan yang paling pas. Dan diharapkan tidak ada lagi friksi apa pun pasca kocok ulang,” ujar politisi PAN tersebut.
Berita Selengkapnya Klik di Sini »