Rabu, 22 Mei 2013: 03:20:30

Kapuspen Imbau Anggota TNI Tidak Terprovokasi

Senin, 23 April 2012 12:18 WIB | Dibaca: 409 | Editor: Heru Pramono | Sumber : Antara
SURYA Online, JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul mengimbau anggota TNI tidak terprovokasi terkait pertikaian antara anggota Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) dengan Brimob di Gorontalo yang menyebabkan enam anggota Kostrad luka-luka.

"Mabes TNI menyayangkan peristiwa tersebut. Kita harus 'kepala dingin' dalam menyelesaikan kasus ini. Jangan ada yang terprovokasi," kata Kapuspen TNI di Jakarta, Senin.

Iskandar mengatakan, Pangdam dan Kapolda setempat berserta jajarannya seperti Dandim, Danrem dan Kapolres menggelar rapat bersama terkait insiden tersebut,
"Mari tunggu pendalaman dan upaya penyidikan supaya jangan meluas. Pangdam dan Kapolda dengan jajaran hari ini membicarakan hal ini di Gorontalo," tuturnya.

Menurut dia, penembakan enam anggota Kostrad yang mengalami luka dan satu diantaranya kritis itu harus diselidiki secara tuntas.

Enam anggota TNI yang mengalami luka-luka, yakni Prada Firman dengan luka tembak di lengan kiri tembus paru-paru, Prada Yandres (luka tembak di kaki kanan), Prada Tivliv (luka tembak di paha kanan), Prada Adrian (luka tembak di pelipis), Prada Raif (luka tembak di lengan), dan Prada Afriyadi luka tembak punggung dan lutut.

Latar belakang terjadinya peristiwa tersebut, jelas Kapuspen, peristiwa itu berawal dari patroli yang dilakukan pihak Brimob setempat dimana ketika itu mereka mendapat lemparan batu dari sekelompok orang.

Kemudian, anggota Brimob melakukan sweeping di jalan bersama Polres, bahkan ada yg diberhentikan kendaraannya. Namun, tiga sepeda motor yang baru diketahui ditumpangi enam anggota Kostrad itu tidak mau berhenti, sehingga anggota Brimob melepaskan tembakan dan kendaraannya terjatuh.

"Saya harapkan kasus ini diselidiki secara tuntas dan mereka yang bersalah mendapatkan ganjaran atau hukuman sesuai dengan perbuatannya. Untuk menggunakan senjata, tidak boleh langsung menembak, tetapi harus ada standar operasi prosedur (SOP)," tutur Iskandar.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI (Inf) Pandji Suko Hari Yhudo, mengatakan, enam anggota Kostrad telah dibawa ke Rumah Sakit di Gorontalo untuk menjalani perawatan.

Kadispenad sendiri mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab pertikaian antara anggota Kostrad dengan anggota Brimob. "Penyebabnya masih diselidiki," katanya.

Sebelumnya dilaporkan, peristiwa berdarah itu terjadi di kompleks kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo, Minggu (22/4) dini hari.

Kejadian itu bermula dari satu regu Brimob yang melakukan patroli dengan menggunakan mobil truk dan melintas di depan Kantor KPU Limboto.

Tiba-tiba mobil itu dilempari batu dan botol oleh sekelompok orang tak dikenal.
Merasa kalah dari segi jumlah, maka anggota Brimob itu melapor ke kantor Polres Limboto bahwa dua anggota terluka di bagian kepala akibat lemparan batu, yakni Bripka Asrul Sani dan Briptu Saripudin.

Dua anggota Brimbob yang terluka itu kemudian dibawa ke RS Dunda Limboto, tapi mereka pun dikejar oleh sekitar 13 orang.

Tak lama kemudian, sejumlah anggota Brimob melakukan penyisiran, terdengar letusan senjata api beberapa kali hingga menyebabkan korban luka tembak sebanyak empat orang.

Belakangan diketahui, korban luka tembak itu merupakan anggota TNI dari satuan Kostrad.

Hingga informasi ini dilaporkan, belum ada pernyataan resmi dari Polda dan Kostrad Gorontalo.

Namun, sumber lain dari salah seorang perwira polisi menyatakan keempat anggota TNI yang terluka tembak, yakni Prada Apriadi yang kena tembakan di punggung kiri dan atas lutut kaki kiri tembus, Prada Firman luka tembak di tangan kiri hingga tembus dada, Prada Yanris kena di mata kaki kanan, dan Prada Tiflif di paha kanan.

Sumber perwira polisi itu juga belum menginformasikan apa penyebab terjadinya bentrokan itu, termasuk penyebab empat luka tembak dan empat luka biasa.

Sementara dua anggota TNI lainnya, juga ikut terluka terkena senjata tajam, yakni Prada Rahim di bagian lengan dan Prada Adrian di pelipis.


Berita Selengkapnya Klik di Sini »

Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/