Minggu, 19 Mei 2013: 23:04:34

Dinkes Jatim - Usaid Sepakat Tekan AKI

Senin, 23 April 2012 19:57 WIB | Dibaca: 878 | Editor: Rudy Hartono
23marta.jpg
net
Ilustrasi, ibu dan anak
SURYA Online, SURABAYA – Pemerintah AS melalui Usaid bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Jatim meresmikan program Expanding Maternal and Newborn Survival (EMAS) sebagai upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi yang baru dilahirkan hingga 25 persen. Selain Jatim, program yang didukung dana hibah sebesar 55 juta dolar atau sekitar Rp 506 miliar ini juga dilaksanakan di Jateng, Jabar, Banten, Sumut, dan Sulsel.

Saat ini, Laporan Kematian Ibu mencatat Angka Kematian Ibu (AKI) di Jatim sebesar 101,4 per 100.000 kelahiran hidup dengan 598 kasus pada 2010. Angka tersebut naik menjadi 104 per 100.000 kelahiran hidup pada 2011.

Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 29,99 per 1.000 kelahiran hidup dengan 5.533 kasus pada 2010. Tentu saja, angka ini masih jauh dari target MDGs yaitu 23 per 1.000 kelahiran hidup.

EMAS akan berjalan selama lima tahun pada 2012 hingga 2016. Di Jatim, dua kabupaten yang mendapat kesempatan pada tahun pertama adalah Sidoarjo dan Malang. Pertimbangannya, kedua kabupaten ini memiliki populasi besar dan AKI yang tinggi.

”Rumah sakit di Sidoarjo dan Malang mempunyai fasilitas kesehatan ibu dan bayi yang baik,” kata dr Budi Rahayu MPH pada peresmian EMAS di Hotel Garden Palace, Surabaya, Senin (23/4/2012).

Selain pemerintah lokal juga sangat membantu dan kesiapan sumber daya manusianya. Baru pada tahun kedua, kedua kabupaten akan menjadi pembimbing bagi kabupaten-kabupaten lainnya.

Ditambahkan Chief of Party Program EMAS Indonesia, Anne Hyre, perbaikan akan dilakukan pada kualitas pelayanan klinik kebidanan dan bayi baru lahir, serta membangun jaringan Vanguard. Jejaring tersebut akan mendorong dinas kesehatan kabupaten, rumah sakit daerah dan swasta, dan puskesmas yang cukup kuat untuk membimbing kabupaten lain supaya membuat jaringan yang sama.

”Teknologi informasi juga akan digunakan untuk memperbaiki sistem rujukan yang efisien,” kata Anne.

Termasuk juga pelatihan tentang layanan darurat bagi para ibu dan bayi yang baru lahir. Seperti bagaimana cara mencegah dan merawat komplikasi akibat pendarahan, kelahiran prematur, bayi yang lahir dengan berat badan yang rendah, tekanan darah yang tinggi, sesak dada pada saat kelahiran, dan sebab-sebab kematian lainnya. Pelatihan ini dengan mengajak RSIA Budi Kemuliaan dan para mitra EMAS lainnya.

Penulis: Marta Nurfaida

Berita Selengkapnya Klik di Sini »

Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/