Rabu, 19 Juni 2013: 09:07:35

27 Pelukis Pameran Bareng

Senin, 23 April 2012 22:20 WIB | Dibaca: 481 | Editor: Adi Agus Santoso | Reporter : Sri Handi Lestari
lukisan.jpg
surya/habibur rahman
DIPAJANG - Salah satu lukisan yang siap dipajang untuk dipamerkan di DKS.
SURYA Online, SURABAYA - Sebanyak 27 pelukis, akan pameran bareng di galeri Dewan Kesenian Surabaya, mulai Selasa (24/4/2012) hingga Senin (30/4/2012). Pameran akbar ini, untuk memeriahkan HUT Kota Surabaya ke-719.

Rencananya, pameran akan dibuka Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini dengan dihadiri beberapa pejabat perwakilan negara asing di Surabaya. Diantaranya Konjen AS, Kriste F Beaur, Konsul Kehormatan Belanda Sylvia Pangkey, Konsul Kehormatan Thailand Onny Asri Miryam, dan Konsul Kehormatan Filipina Carmelito J Sagrado.

Sementara pelukis yang karyanya ditampilkan antara lain Abdul Chamim, Amir Kiah, Anang Timur, Andi Ananta, Andi Prayitno, Budi Sulaiman, Buggy, (Alm) Cak Kadir, Daniel Dequelya, Desemba S, Dodik Hartono, Ema Sujalma, Empu Harrys, Erwin Budianta, Ilham J Baday, Jansen Jasien, Kak Herry, Makhfoed, M Anis, Muit Arsa, Nabila Dewi Gayatri, Osama, Pribadi Agus S, Purnomo, Sugeng Wahyono, Supar Pakis dan S Wahyoedhi.

Heti Palestina Yunani, sekretaris pameran mengatakan dari sejumlah karya yang bakal dipamerakan ada satu karya pelukis Alm Cak Kadir yang diperkirakan bakal menarik perhatian pengunjung. Sebab, lukisan yang diberi judul "Gedung Brantas" itu, belum pernah dipamerkan dalam acara apapun. "Gedung Brantas karya alm Cak Kadir ini, memang baru pertama dipamerkan. Tapi sudah dibuat tahun 2004 lalu, menjelang Cak Kadir meninggal," jelas Jaka M, ahli waris Cak Kadir.

Cak Kadir meninggal pada Mei 2004 dalam usia 72 tahun, dengan mewariskan 0 karya lukis yang belum dipamerkan. Selama hidupnya, Cak Kadir dikenal sebagai seniman lukis beraliran on the spot. Profesi ayah enam anak warga Kedung Cowek Surabaya itu, kata Jaka, sekarang telah menurun ke salah satu anaknya yang berhasil menjadi pelukis on the spot di Denpasar, Bali.

Dikatakan Heti, dalam malam pembukaan akan tampil Mita Paramitha, dengan monolognya. Selain itu, juga akan tampil pesulap Gangga. "Dia akan memainkan angka-angka, yang bila dijumlahkan dan diotak-atik bisa mendapatkan angka 719 yang merupakan angka ulang tahun kota Surabaya," jelas Heti.


Berita Selengkapnya Klik di Sini »

Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/