Kamis, 11 Juni 2026

Mendikbud: UN Syarat Masuk PTN mulai 2013

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh memastikan ujian nasional (UN) akan menjadi syarat masuk (PTN) pada tahun 2013.

Tayang:
Editor: Heru Pramono
zoom-inlihat foto Mendikbud: UN Syarat Masuk PTN mulai 2013
foto: antara
Ilustrasi Ujian Nasional
SURYA Online, SURABAYA -Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh memastikan ujian nasional (UN) pada tahun 2013 akan menjadi syarat masuk perguruan tinggi negeri (PTN) lewat seleksi jalur undangan.

"Tahun ini, pelaksanaan UN tingkat SMA tidak terbukti terjadi kebocoran, karena itu sistem yang ada akan kami pertahankan dan ditingkatkan hingga UN menjadi syarat masuk PTN pada tahun depan," katanya saat bersilaturahmi dengan wartawan di Surabaya, Sabtu petang.

Didampingi staf khusus Mendikbud, Sukemi, ia menjelaskan integrasi UN dalam persyaratan masuk PTN itu akan diberlakukan untuk seleksi masuk PTN jalur undangan yang kini mencapai 60 persen.

"Nantinya, seleksi siswa SMA yang masuk ke PTN lewat jalur UN akan menggunakan UN, sedangkan jalur ujian tulis (SNMPTN tulis) yang mencapai 40 persen akan tetap memberlakukan seleksi melalui SNMPTN ujian tulis," katanya.

Tentang mekanisme penggunaan UN sebagai syarat masuk PTN lewat jalur undangan itu, mantan Rektor ITS Surabaya itu mengaku hal itu akan diatur kemudian terkait penggunaan UN dan rapor (hasil ujian sekolah) sebagai persyaratan.

"Yang jelas, UN akan menjadi faktor utama, karena pembuatan naskah soal UN, pengawasan UN, dan penilaian UN itulah yang melibatkan kalangan perguruan tinggi di dalamnya," katanya.

Menurut dia, mekanisme atau sistem penyelenggaraan UN yang akan dipertahankan dan bahkan ditingkatkan karena sudah terbukti tidak mengalami kebocoran, antara lain percetakan yang terpusat dengan "security printing".

"Variasi soal dalam satu ruangan yang terdiri dari lima tipe mungkin akan ditingkatkan lebih dari lima dan bahkan mungkin bisa 10 tipe, sehingga tingkat kecurangan dipersempit. Kalau sekarang masih lima tipe soal karena terkait anggaran percetakan saja, sebab lima tipe naskah soal saja sudah senilai Rp600 miliar atau Rp50 ribu per anak," katanya.

Tentang sistem pengawasan, ia mengatakan sistem juga sudah bagus, tapi mungkin perlu dioptimalkan karena masih ditemukan siswa yang menggunakan HP di Bone (Sulawesi), karena dia membawa dua HP dan hanya satu HP yang diserahkan pengawas.

"Adanya pengawas yang tertidur setelah minum obat di Madiun (Jatim) juga perlu dievaluasi agar tidak terjadi lagi, bahkan yang bersangkutan sudah tidak diperbolehkan mengawasi UN pada hari berikutnya," katanya.

Ditanya tentang kasus Jombang yang disebut-sebut ada kebocoran kunci jawaban, ia mengatakan hal itu hanya isu, karena setelah dilakukan pengecekan hasil UN pada siswa SMA di Jombang tidak ditemukan adanya jawaban peserta yang terpola dan menunjukkan contekan.

"Tahun ini ada 837 pengaduan masyarakat dengan pengaduan terbanyak tentang isu kecurangan sebanyak 213 kasus dan isu kebocoran kunci jawaban sebanyak 73 kasus," katanya.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved