Sabtu, 25 Mei 2013: 07:16:38

Harga Minyak Melesat ke Posisi Tertinggi

Rabu, 18 April 2012 07:41 WIB | Dibaca: 309 | Editor: Heru Pramono | Sumber : Kompas.com
SURYA Online, NEW YORK - Harga minyak mentah melesat ke posisi tertinggi dalam dua minggu di New York, Selasa (17/4/2012) waktu setempat, menyusul keberhasilan Spanyol dalam melakukan lelang utangnya dan Dana Moneter Internasional (IMF) yang optimistis dalam perkiraan pertumbuhan globalnya.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengantaran Mei naik 1,27 dollar AS menjadi 104,20 dollar AS per barrel di Nymex. Itu harga penutupan tertinggi sejak 2 April 2012. Sedangkan minyak Brent untuk penetapan Juni hanya naik 10 sen menjadi 118,78 dollar AS per barrel di ICE Futures Europe Exchange, London.

Sementara itu, minyak berjangka naik 1,26 dollar AS, atau 1,2 persen, menjadi 104,19 per barrel pada perdagangan elektronik, Selasa pukul 16.35 waktu New York. Harga hanya berubah sedikit karena American Petroleum Institute menyebutkan, suplai minyak mentah AS naik 3,41 juta barrel ke posisi 369,3 juta pada minggu lalu.

"Kami berbalik arah dalam jumlah yang besar karena lelang obligasi melebihi perkiraan di Eropa," sebut Phil Flynn, Wakil Presiden Riset pada pialang berjangka PFGBest, di Chicago, Selasa waktu setempat.

Harga minyak mentah mendapat sentimen positif dari keberhasilan Spanyol dalam menjual obligasinya. Negara Uni Eropa tersebut berhasil menjual obligasi senilai 3,18 miliar euro, pada Selasa waktu setempat. Hal itu lantas mengikis kekhawatiran krisis utang Eropa akan menyebar.

Faktor pendorong lainnya yakni IMF meningkatkan gambaran ekonomi global untuk tahun 2012 dan 2013. Harga minyak pun kemarin naik dan semakin kecil selisih harganya antara dua jenis minyak karena adanya pembalikan pipa Seaway dan perbincangan tentang proyek nuklir Iran menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan pembicaraan.

Selisih kontrak premium Eropa dengan WTI New York untuk bulan yang sama menipis menjadi 14,14 dollar AS berdasarkan harga penutupan. Ini yang terendah sejak 1 Februari 2012. "Selisih kini semakin menarik karena hanya ada sedikit kekhawatiran tentang berkurangnya pasokan Iran dan pembalikan pipa Seaway dimajukan beberapa hari," tambah Phil.

Berita Selengkapnya Klik di Sini »

Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/