• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Surya

Jatim Bidik Pasar Emas Amerika Latin

Selasa, 3 April 2012 23:54 WIB
Jatim Bidik Pasar Emas Amerika Latin
ist
Ilustrasi
SURABAYA | SURYA Online - Jawa Timur siap membidik pasar emas Amerika Latin, karena besarnya potensi negara itu dalam menyerap aneka komoditas emas perhiasan asal provinsi ini.

Selama ini, permintaan emas perhiasan asal Jatim banyak diminati oleh pasar emas internasional karena kekayaan ragam model yang ditawarkan pengrajin di Jatim. "Untuk membidik masyarakat penggemar emas dari Amerika Latin, kami akan mengundang mereka hadir dalam 'Surabaya International Jewellery Fair 2012'," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Budi Setiawan, Selasa (3/4/2012).

Sampai sekarang, kata Budi, permintaan emas perhiasan terbanyak datang dari sejumlah warga di Afrika Selatan. Tetapi, melalui perluasan pasar emas Jatim ke luar negeri termasuk Timur Tengah, Disperindag Jatim meyakini pertumbuhan industrinya bisa naik 15 persen per tahun. "Tahun ini, kami targetkan ekspor emas perhiasan Jatim bisa meningkat antara 15-20 persen dibandingkan tahun 2011," katanya.

Mengenai perkembangan industri perhiasan di Jatim, kata Budi, sampai sekarang keberadaan pelaku industrinya menyebar di 38 kabupaten/kota. Seperti Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.   "Untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas mereka menghasilkan karya yang lebih bagus, kami juga rutin mengadakan lomba desain produk emas perhiasan," katanya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Irlan Indrocahyo, mencatatkan perhiasan atau permata mendominasi ekspor nonmigas Jatim dengan nilai 213,40 juta dolar AS pada bulan Februari 2012. "Ekspor perhiasan meningkat 968,23 persen dibandingkan kinerja bulan Januari lalu," katanya.

Dari angka tersebut, lanjut dia, selama Februari 2012 ekspor emas Jatim menyumbang kontribusi terbesar atau 14,39 persen dari total ekspor nonmigas Jatim senilai 1,483 miliar dolar AS. "Pencapaian itu meningkat dibandingkan Januari yang mencapai 1,142 miliar dolar AS," katanya.
Editor: Adi Agus Santoso
Sumber: Antara
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
231748 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas