Nyambik Betina 2,8 Meter Gegerkan Warga

SURABAYA l SURYA Online- Warga Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya dibuat geger oleh temuan seekor biawak betina raksasa. Ukuran binatang reptil ini boleh dibilang tidak lazim, karena panjangnya mencapai 2,8 meter dengan berat 50 kilogram. Biawak itu diletakkan di rumah Agus Hepi (39), warga Sidotopo Wetan Gg II/ 73. “Binatang ini ditemukan, Selasa (22/3) lalu, sekitar jam 15.30 WIB. Ukurannya memang tak lazim, biawak ini sangat besar,” kata Agus, Rabu (23/3). Biawak adalah sebangsa reptil yang masuk dalam golongan kadal besar, suku biawak-biawakan (Varanidae). Bagi warga Jawa Timur, binatang ini lebih dikenal dengan istilah nyambik. Biasa ditemui di pedesaan atau perkotaan, khususnya biawak air dari jenis Varanus salvator. Panjang tubuhnya (moncong hingga ujung ekor) umumnya hanya sekitar 1 m lebih sedikit, meskipun ada pula yang dapat mencapai 2,5 m. Menurut Agus, binatang yang umumnya menghuni tepi-tepi sungai atau saluran air dan gorong-gorong itu, pertama kali ditemukan keluarga Hamdan. Kala itu, salah seorang anaknya hendak menjemur pakaian, tiba-tiba dia melihat ada seekor binatang melata muncul di halaman sekitar rumahnya. Ia pun melaporkan temuan ini ke warga sekitar. “Binatang ini berasal dari sebuah bangunan bekas pabrik asbes yang bersebelahan dengan rumah warga di Sidotopo Wetan. Bangunan itu sudah 25 tahun tak beroperasi, ditinggal pemiliknya. Nah, di dalam bangunan berukuran 50x100 meter itulah binatang tersebut beranak pinak,” ungkap Agus. Diuraikan, selama ini warga setempat kerap menemukan biawak-biawak kecil dari lapangan yang ditumbuhi rumput dan di tengahnya terdapat seperti rawa-rawa itu. “Tapi kami tak pernah menyangka kalau ada biawak sebesar ini di sana,” ujarnya. Setelah sempat terlihat keluarga Hamdan, Agus dan warga sekitar lainnya bermusyawarah untuk menangkap salah satu biawak itu. “Kami akhirnya memberikan umpan ayam hidup, terus kami biarkan di sana selama tiga hari,” ujarnya. Setelah menunggu selama tiga hari tiga malam, umpan yang diberikan dimakan. Dan biawak itupun ditangkap. “Kami kaget biawak ini sangat besar. Ada dua orang yang sudah datang dan menawar, tapi tidak saya berikan,” katanya. Agus berdalih tetap memertahankan biawak itu karena bukan miliknya. Ia menyerahkan hal itu kepada warga dan pemerintah. Selain itu, katanya, dia mengaku ingin mengumpulkan biawak lainnya terlebih dulu. “Saya lihat masih ada dua lagi. Jika saya bandingkan dengan yang belum ditangkap, ukuran biawak ini termasuk kecil,” kata Agus meyakinkan. Penangkapan biawak ini memang benar-benar menggegerkan warga Sidotopo Wetan. Dari pagi hingga petang, rumah Agus tak henti-hentinya dikunjungi warga sekitar. Diapun terlihat sibuk menjelaskan perihal ditemukannya binatang tersebut. Banyak orang yang ingin tahu bagaimana ia menangkap biawak itu, sampai hal-hal berbau mistis. Biawak bagi sebagian orang memang memiliki pesona. Meski tampilannya kurang indah, namun banyak diburu orang untuk beberapa manfaatnya. Misalnya, dagingnya yang empuk, sebagian kalangan menyamakannya dengan daging kuda yang nikmat untuk disantap. Kulitnya yang bisa dipakai untuk perhiasan, atau minyak nya yang berkhasiat untuk mengobati gatal-gatal dan luka bakar, menghaluskan kulit dan bahkan dipercayai bisa mengencangkan payudara. Nah, bagaimana dengan Anda, tertarik mengunjungi biawak ini? nk4
Penulis: Heru Pramono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved