• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Surya
Home »

Kasus Narkotika Anak Tertinggi di 2010

Selasa, 21 Desember 2010 13:39 WIB
JAKARTA | SURYA Online - Berbagai pemberitaan media mengenai kasus-kasus kekerasan anak, sedikit banyaknya telah membuat kepercayaan masyarakat dalam melaporkan kasus kekerasan terhadap anak meningkat. Terbukti dari meningkatnya pelaporan kekerasan anak terhadap Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak). Hal tersebut dituturkan oleh ketua dewan pembina Komnas Anak, Seto Mulyadi pada review catatan kekerasan terhadap anak, di kantor Komnas Anak, Selasa (21/12/2010), Pasar Rebo, Jakarta Timur. Menurut pria yang akrab disapa Kak Seto ini, tahun 2010 ada sekitar 2335 pengaduan yang diterima Komnas Anak dari masyarakat, hal tersebut merupakan peningkatan dari tahun 2009 yang jumlah pengaduannya mencapai 1.998 kasus. Dari 2335 kasus yang tercatat, 62,7% diantaranya adalah kekerasan seksual, dalam bentuk sodomi, pemerkosaan, pencabulan serta incest. "Data Komnas Anak menunjukan bahwa kekerasan terhadap anak acap kali terjadi di lingkungan terdekat, seperti rumah tangga, sekolah, lembaga pendidikan, dan lingkungan anak," jelas Kak Seto. Sepanjang kurun waktu tahun 2010, Komnas Anak mencatat pada kasus buruh anak mencapai 238.022 kasus, perdagangan anak 405 kasus, korban Pornografi 39 kasus, penculikan 110 kasus dan narkotika 1 juta kasus. Menurut Sekjen Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait, kasus-kasus yang terjadi serpanjang tahun 2010 menunjukan bahwa pelaku kekerasan justru biasanya orang yang dikenal anak, Sebagian besar korbannya adalah anak perempuan berusia 6-15 tahun. Lebih lanjut Arist menjelaskan, bahwa untuk menanggulangi kasus-kasus kekerasan terhadap anak. Diperlukan kerja sama oleh segenap elemen masyarakat, sehingga dapat terwujud semacam gerakan nasional anti kekejaman terhadap anak.
Penulis: suradmin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
136513 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas