Metanol 1-2 Persen Bisa Cabut Nyawa

TIGA teknisi pesawat tempur canggih SU-27 asal Rusia tewas setelah minum miras yang mengandung alkohol. Apa sebenarnya metanol, dan bahaya yang ditimbulkannya. Dalam kelompok alkohol, dibedakan menjadi empat jenis yakni metanol alkohol (CH3OH), etil alkohol atau etanol (CH3CH2OH), propil alkohol (CH3CH2CH2OH), dan dietil eter (CH3CH2OCH2CH3). Metanol merupakan bahan baku spiritus yang terbuat dari fermentasi kayu dan sering digunakan sebagai campuran untuk mengencerkan cat. Sementara etanol terbuat dari fermentasi buah-buahan dan sering digunakan untuk minuman keras. Sedangkan propil alkohol sering digunakan sebagai pembunuh kuman, dan dietil eter untuk anestesi (pembiusan). Etanol bisa diperoleh dari hasil fermentasi berbagai jenis buah-buahan dan banyak dikonsumsi sebagai minuman beralkohol atau miras. Sedangkan metanol adalah golongan alkohol yang bukan dikonsumsi sebagai minuman karena sifatnya yang beracun dan bisa dipakai sebagai bahan bakar. Kebanyakan kasus kematian akibat miras disebabkan karena produsen sengaja mengoplosnya dengan bahan dasar metanol untuk menekan biaya produksi. Padahal jika tidak memiliki pengetahuan yang jelas akan berakibat fatal bagi peminumnya (konsumen). Terlebih pelaku yang mengoplos miras biasanya masyarakat awam yang tidak mengetahui bahan-bahan yang dicampurkan dalam minuman tersebut. Metanol merupakan senyawa cair tak berbau dan sangat beracun dan umumnya berwarna biru. Diberi warna demikian agar orang bisa membedakan dan tidak salah dalam penggunaan. Bahkan metanol kering (kadar metanol 99 persen) sangat korosif pada beberapa jenis logam. Keracunan metanol disebabkan karena adanya proses oksidasi metanol di dalam organisme menjadi formaldehid dan asam format. Asam format ini sulit diekspresikan (dikeluarkan dari tubuh melalui metabolisme) dan mengakibatkan terjadinya asidosis (penimbunan asam) parah. “Adanya penurunan asam atau basa yang hebat dalam darah menyebabkan sistem pengatur tubuh, respirasi, serta fungsi ginjal melalui enzimnya tidak lagi mampu mengatur pH darah agar tetap pada nilai pH normal,” paparnya. Hal ini akan mengakibatkan gangguan ritmus detak jantung, hipotensi (tekanan darah rendah), syok, gangguan kesadaran dan akhirnya koma. “Gejala keracunan pertama akan terlihat setelah periode laten beberapa jam, tanda-tandanya adalah keluhan sakit kepala, pusing, mual, muntah, gangguan penglihatan kemudian tidak sadar. Jika tidak cepat ditangani akan berujung pada kematian,” terangnya. Kalaupun pasien dapat diselamatkan nyawanya, umumnya akan mengalami kebutaan karena terjadi kerusakan pada saraf penglihatan (atrofi opticus). Perlu diketahui, pencampuran metanol dengan dosis 1-2 persen saja pada minuman sudah cukup untuk membuat peminumnya meninggal dunia. Bisa dibayangkan jika beberapa produsen alkohol ilegal yang ditangkap polisi mengaku menggunakan takaran lebih dari 40 persen metanol. Para penggemar miras kelas bawah juga sering bereksperimen dengan mencampuradukkan berbagai jenis miras dengan bahan-bahan seperti obat-obatan, minuman berenergi, minuman ringan, bahkan zat kimia berbahaya lainnya. Padahal, pengoplosan dengan minuman tertentu seperti dengan minuman berstamina, soft drink atau ginseng (ginseng buatan) justru dapat meningkatkan efek alkohol itu sendiri. Metanol merupakan senyawa kimia yang sangat beracun bila dibandingkan dengan etanol. Metanol sering disalah gunakan sebagai bahan pembuat minuman keras. Ia digunakan sebagai pengganti etanol karena disamping harganya yang relatif lebih murah juga akibat ketidak pahaman akan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh kedua zat tersebut, sehingga banyak yang beranggapan bahwa sifat dan fungsi metanol adalah sama. Hal ini menyebabkan orang yang sudah kecanduan minuman keras dan kurang memiliki dana untuk membeli minuman keras yang legal cenderung membuat atau membeli minuman keras yang illegal yaitu minuman keras oplosan yang dicampur dengan metanol. Di dalam tubuh metanol mudah terabsorbsi dan dengan cepat akan terdistribusi kedalam cairan tubuh. Keracunan metanol dapat menimbulkan gangguan kesadaran (inebriation). Metanol sendiri sebenarnya tidak berbahaya, yang berbahaya adalah metabolitnya dan dapat menyebabkan asidosis metabolic, kebutaan yang permanen serta kematian dapat terjadi setelah periode laten selama 6 – 30 jam. Dari berbagai kasus keracunan minuman keras yang terjadi pada masyarakat terlihat dari hasil pemeriksaan sisa sample ataupun otopsi mayat korban, ternyata selain etanol ditemukan metanol di dalamnya dan korban dinyatakan oleh dokter mengalami keracunan metanol. Minuman keras atau yang dikenal dengan nama minuman beralkohol, bahan dasar utamanya adalah etanol yang mempunyai batas kadar yang telah ditetapkan oleh pemerintah 1% - 55%, dan etanol yang ada dalam minuman beralkohol tersebut bukan etanol yang dibuat atau digunakan untuk industri tetapi etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi dari buah dan biji bijian misalnya anggur, gandum, beras dll., sedangkan metanol dilarang untuk digunakan atau ditambahkan dalam makanan atau minuman termasuk minuman keras. Dari informasi tersebut diatas mungkin dapat dipahami mengapa etanol merupakan bahan yang dapat digunakan untuk minuman keras sedangkan metanol dilarang padahal kedua zat tersebut diatas merupakan golongan alkohol. Bagaimana metanol dapat meracuni tubuh Dalam tubuh metanol akan dimetabolisme di lever oleh enzim Alkohol Dehidrogenase (DHA) menjadi formaldehide dan selanjutnya oleh enzim Formaldehide dehidrogenase (FDH) diubah menjadi asam format. Kedua hasil metabolisme tersebut merupakan zat beracun bagi tubuh terutama asam format. Pada kasus keracunan metanol, formaldehida tidak pernah terdeteksi dalam cairan tubuh korban karena formaldehida yang terbentuk sangat cepat diubah menjadi asam format (waktu paruh 1-2 menit) dan selanjutnya diperlukan waktu yang cukup lama (kurang lebih 20 jam) oleh enzim 10-formyl tetrahydrofolate synthetase (F-THF-S) untuk mengoksidasi asam format menjadi senyawa Karbon dioksida dan air, sehingga ditemukan adanya korelasi antara konsentrasi asam format dalam cairan tubuh dengan kasus keracunan metanol. Berat ringannya gejala akibat keracunan metanol tergantung dari besarnya kadar metanol yang tertelan. Dosis toksik minimum (kadar keracunan minimal) metanol lebih kurang 100 mg/kg dan dosis fatal keracunan metanol diperkirakan 20 – 240 ml (20 – 150g). Gejala gejala yang dapat terlihat pada kasus keracunan metanol Pada awalnya akan terjadi ganguan pada saluran cerna dengan gejala- gejala : sakit perut, mual dan munta-muntah. Selanjutnya terjadi depresi susunan syaraf pusat dan akan terlihat gejala-gejala yang mirip dengan gejala-gejala keracunan alkohol (etanol) yaitu: sakit kepala, pusing, sakit otot, lemah, kehilangan kesadaran dan kejang-kejang ini berlangsung selama 12 – 24 jam. Pada tahap selanjutnya jika korban tidak segera mendapat pertolongan yang tepat akan terjadi : Kerusakan syaraf optik dengan gejala-gejala : dilatasi pupil, penglihatan menjadi kabur dan akhirnya kebutaan yang permanen. Metabolisme acidosis dengan gejala-gejala : mual, muntah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat, tekanan darah menurun, syok kemudian koma dan akhirnya meninggal. Keracunan metanol terjadi tidak hanya melalui mulut, dapat juga terjadi bila : Terhirup / inhalasi dengan gejala-gejala : iritasi selaput lendir, sakit kepala, telinga berdengung, pusing, sukar tidur, bola mata bergerak bolak balik, pelebaran bola mata / dilatasi pupil, penglihatan kabur, mual, muntah, kolik dan sulit buang air besar. Terkena kulit menyebabkan kulit menjadi kering, gatal-gatal dan iritasi. Terkena mata dapat menyebabkan iritasi dan gangguan penglihatan. Tindakan Tepat Bila tertelan, segera hubungi dokter terdekat dan jangan dirangsang untuk muntah, jika tidak sadar jangan diberi minuman, jika pasien muntah letakkan posisi kepala lebih rendah dari pinggul untuk mencegah muntahan tidak masuk ke saluran pernapasan, jika korban tidak sadar miringkan kepala korban kesatu sisi, sebelah kiri atau kanan dan segera bawa ke dokter. Bila terhirup, pindahkan korban ke tempat udara segar, diistirahatkan, jika perlu pasang masker berkatup atau peralatan sejenis untuk melakukan pernapasan buatan dan segera hubungi dokter terdekat. Bila terkena mata, cuci mata dengan air mengalir yang banyak sambil mata dikedip¬kedipkan sampai dipastikan terbebas dari metanol dan segera periksakan ke dokter. Bila terkena kulit, segera lepaskan pakaian, perhiasan dan sepatu korban kemudian cuci kulit dengan sabun dan air mengalir yang banyak selama lebih kurang 15 – 20 menit sampai bersih dari metanol, bila perlu periksakan ke dokter.pom.go.id
Penulis: Satwika Rumeksa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved