A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Matahari Tepat di Atas Pulau Jawa, Warga Jogja Keluhkan Udara Panas - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 15 September 2014
Surya
Home »

Matahari Tepat di Atas Pulau Jawa, Warga Jogja Keluhkan Udara Panas

Senin, 1 Maret 2010 20:03 WIB
YOGYAKARTA | SURYA Online - Sejak beberapa hari terakhir, posisi matahari tepat berada di atas Pulau Jawa. Udara panas cenderung dipantulkan kembali ke bumi oleh awan yang terbentuk di siang hari sehingga suhu udara menjadi terasa semakin gerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika DIY menyatakan posisi matahari akan berpindah dan tepat berada di atas garis katulistiwa pada 21 Maret mendatang. Pergerakan semu matahari tersebut diperkirakan akan terus bergeser dari belahan bumi bagian Selatan menuju belahan bumi di bagian Utara. Gerak semu matahari terjadi karena revolusi bumi mengilingi matahari terjadi dengan sumbu rotasi yang miring. Ketika matahari telah tiba di belahan bumi Utara, maka musim kemarau akan terjadi di mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa. Dari pergeseran semu matahari ini, menurut Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY Budi Waluyo, dapat diprediksi bahwa musim kemarau baru akan tiba pada akhir April atau awal Mei mendatang. "Suhu udara yang tercatat saat ini adalah 34 derajat Celsius atau bisa dikatakan masih normal dibanding suhu ekstrem yang sempat terjadi di bulan November yang bisa mencapai 38 derajat Celsius," ujar Budi pada Senin (1/3). Hingga saat ini, masyarakat di seluruh wilayah Yogyakarta mengeluhkan udara panas yang dirasakan terutama di siang hari. Udara panas ini seringkali masih terjadi hingga malam hari. Hujan juga jarang turun di musim penghujan kali ini. Nelayan Gunung Kidul merasakan udara panas ini di seluruh wilayah Pantai Selatan. Cemas terkena dampak gempa Chile Selain udara panas, nelayan mengaku sempat was-was dengan pemberitaan tentang gempa di Chile yang menumbuhkan tsunami . Apalagi tsunami tersebut sempat dirasakan dengan ketinggian beberapa sentimeter di perairan Pulau Papua. Kami tetap berjaga-jaga meskipun ombak masih landai di ketinggian sekitar 2 meter, ujar Ketua Kelompok Nelayan di Pantai Baron, Sunardi. Budi mengimbau seluruh masyarakat maupun nelayan untuk tidak khawatir terkait potensi tsunami . Dampak tsunami dari gempa di Chile dipastikan tidak akan menimbulkan tsunami lokal di perairan Laut Selatan Jawa. Potensi tsunami, lanjutnya, segera teredam seiring telah berlalunya kejadian gempa tersebut.
Penulis: suradmin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
68617 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas