• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Surya
Home »

Kerugian akibat Korupsi Pengadaan Barang/Jasa Rp689 M

Rabu, 2 Desember 2009 13:39 WIB
Jakarta - SURYA-Pelaksana tugas sementara Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Tumpak Hatorangan Panggabean menyatakan kerugian negara akibat korupsi pengadaan barang dan jasa selama 2005 sampai 2009 mencapai Rp689,19 miliar. "Itu berdasarkan data perkara dari tahun 2005 sampai 2009 yang ditangani KPK," kata Tumpak di sela-sela Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Rabu. Data KPK memperlihatkan, angka itu berasal dari berbagai proyek pengadaan barang dan jasa dengan nilai sekira Rp1,9 triliun. Kerugian negara tersebut sebagian besar terjadi karena proses penunjukan langsung dalam proyek pengadaan barang dan jasa. Kerugian negara jenis ini mencapai Rp647 miliar atau 94 persen dari total kerugian negara. Sementara sisa kerugian negara diakibatkan oleh praktik penggelembungan harga, yaitu sebesar Rp41,3 miliar atau enam persen dari total kerugian negara. Tumpak menjelaskan, kerugian negara itu dihitung dari perkara-perkara tindak pidana korupsi yang sudah berkekuatan hukum tetap di tingkat Mahkamah Agung. Menurut Tumpak, jumlah kerugian negara itu bisa berubah jika dikurangi dengan pembayaran uang pengganti oleh para terpidana. Namun, dia tidak belum memiliki data rinci tentang pembayaran uang pengganti tersebut. Tumpak juga menjelaskan hal itu dalam Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi. Konferensi itu diikuti oleh sejumlah instansi pemerintah di tingkat pusat dan daerah. Konferensi yang mengusung tema "Upaya Pencegahan Korupsi di Bidang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah" itu juga mengagendakan presentasi dari sejumlah pemerintah daerah tentang upaya pemberantasan korupsi dalam berbagai proyek pengadaan. Ant/ tvOne
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
55071 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas