• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Surya

Dachi Keliling Polsek

Kamis, 19 November 2009 08:39 WIB
SURABAYA - SURYA- Minggu pertama bertugas sebagai Kapolresta Surabaya Selatan, AKBP Bahagia Dachi sudah dihadiahi kasus perampokan selama dua hari berturut-turut. Kejadian itu membuat Dachi menggelar program 100 hari dengan melakukan road show ke polsek-polsek diwilayahnya. Rabu (18/11) sore, Dachi menggelar pertemuan dengan perwakilan warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kalangan pebisnis di wilayah Polsekta Tegalsari. Kegiatan di gelar di lantai 7 Plaza Tunjungan III, Jl Basuki Rahmat. Dachi mengungkapkan pertemuan dengan warga, tokoh masayarakat, agama, dan kalangan pebisnis adalah untuk menyatukan visi dan misi antara polisi dan masyarakat dalam melakukan pengamanan lingkungan. ”Selama ini, komunikasi antara polisi dan masyarakat ada sumbatan. Lewat road show ke wilayah Polsek-polsek dengan melakukan pertemuan bersama warga, saya targetkan bisa menghilangkan sumbatan itu,” ungkap Dachi. Mantan Kasat Narkoba Polwiltabes Surabaya ini juga menyebutkan, wilayah Surabaya Selatan merupakan wilayah yang sangat rawan kejadian kamtibmas. Bahkan paling rawan dibandingkan dengan seluruh jajaran Polres/Polresta se-Jatim. Untuk mengatasinya, polisi tidak bisa melakukannya sendiri. Tapi harus ada dukungan penuh dari masyarakat. ”Dengan hilangnya sumbatan komunikasi antara polisi dan masyarakat, saya berharap dukungan penuh masyarakat terhadap kinerja polisi bisa mendukung penciptaan lingkungan yang aman atau paling tidak menurunnya kejadian kamtibmas,” ujar Dachi. Tingginya kerawanan di wilayah Surabaya Selatan ini, disebabkan beberapa faktor. Diantaranya jumlah kepadatan penduduk, tingkat kesibukan kegiatan di wilayah tersebut, dan luas wilayah. Wilayah Polresta Surabaya Selatan yang memiliki kerawanan paling besar adalah di wilayah Polsekta Genteng, Polsekta Tegalsari, dan Polsekta Wonokromo. Hal ini terlihat dari banyaknya kasus kamtibmas di tiga wilayah itu yang lebih banyak dibanding wilayah lain. Kapolsekta Tegalsari, AKP Totok Sumariyanto sendiri membenarkan bila wilayahnya termasuk daerah yang rawan kejahatan. ”Hal ini juga terkait dengan wilayah Tegalsari yang merupakan pusat kota Surabaya. Dimana kegiatan pemerintahan, bisnis dan ekonomi, banyak dilakukan di wilayah ini,” kata Totok. Untuk membuka komunikasi dengan warga, Totok mengakui pihaknya telah melakukan terobosan SMS Ria. Yaitu SMS bagi warga masyarakat di wilayahnya untuk menginformasikan segala kegiatan baik yang negatif maupun yang positif di wilayah Tegalsari. ”Kalau negatif, seperti judi, peredaran narkoba, atau tindakan melanggar hukum lainnya, akan kami tindak lanjuti dengan melakukan pemeriksaan ataupun penggerebekan,” lanjut Totok. Dachi sendiri dalam pertemuan dengan para warga, memberi kebebasan warga untuk berkomunikasi dengan dirinya maupun anggotanya. Termasuk membagi nomor telepon maupun ponsel. ”Tolong saling berbagai nomor ponsel, agar kalau ada informasi kejadian ataupun butuh pertolongan polisi bisa saling dibagi,” ujar Dachi. Sutoyo, salah satu warga Jl Kaliasin, yang ikut dalam pertemuan itu, dengan senang hati mencatat nomor ponsel polisi. Termasuk nomor ponsel Dachi dan Kapolsek, Totok Sumariyanto. ”Di wilayah saya sering sekali terjadi pencurian atau jambret. Kalau punya nomor teleponnya polisi begini kan bisa cepat laporannya,” ungkap Sutoyo.rie
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
52993 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas