A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Kurangi Kenakalan Remaja, Semua Sekolah Full Day - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Surya

Kurangi Kenakalan Remaja, Semua Sekolah Full Day

Sabtu, 22 Agustus 2009 10:45 WIB
SURABAYA-SURYA- Dalam waktu dekat konsep sekolah hingga sore hari atau yang lebih dikenal dengan full day school akan diterapkan disemua sekolah di Surabaya, mulai SD, SMP, sampai SMA. Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya Sahudi konsep itu sesuai dengan karakteristik Kota Surabaya. “Konsep full day ini bisa mengurangi kenakalan remaja,” ujar Sahudi menyebut salah satu keuntungan full day school, Jumat (21/8). Lebih lanjut, ia menjelaskan dengan mengarahkan siswa dalam kesibukan belajar di sekolah, bisa mengurangi waktu kosong di siang hari. Waktu kosong ini sangat riskan bagi anak dan remaja di Kota Surabaya yang mayoritas kedua orangtuanya bekerja. “Tanpa pengawasan orangtua, anak-anak mudah terpengaruh dan melakukan hal-hal yang negatif, berbeda jika mereka pulang sore hari dan bisa langsung bertemu dengan orangtua,” jelasnya. Ia mengakui jika saat ini masih banyak kendala yang harus dihadapi sekolah agar bisa menerapkan konsep full dayl. Tak heran jika jumlah sekolah yang menerapkan konsep ini belum 100 persen. Di Surabaya saja baru diterapkan di sejumlah SMP dan SMA. Sedangkan SD justru baru 20 persen sekolah yang menerapkannya. Guna mendorong pemberlakuan full day school di Surabaya, dindik meminta kepala sekolah dan guru untuk aktif dan kreatif di samping melengkapi sarana sekolah. “Pemkot sudah siap memfasilitasi, sekarang permasalahannya tinggal bagaimana sekolah bisa membuat siswa jadi kerasan (betah) belajar di sekolah,” ujar Sahudi. Sekolah dituntut kreatif menerapkan pola belajar mengajar yang tidak membosankan. Agar bisa menghasilkan joy full learning, sekolah tidak harus menjalankan kurikulum selalu di dalam kelas. Konsep belajat mengajar bisa bervariasi, yang penting muatan materi pelajaran bisa diterima siswa. Sementara Kepala SMPN 43 Widodo menyatakan pihaknya telah menerapkan konsep semi full day school. Konsep yang dimaksud adalah menerapkan ekstrakulikuler setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis, mulai pukul 12.50 WIB hingga 14.20 WIB atau setelah jam pelajaran di kelas. Untuk hari Senin dan Jumat, siswa bisa pulang lebih cepat karena hanya mengikuti pelajaran di kelas. Sedangkan Sabtu hanya diisi kegiatan ekstrakulikuler, baik yang wajib, olahraga, dan pramuka, mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. “Sebagai sekolah baru, kami masih mencoba menyesuaikan, disamping itu kami juga menghindari benturan dengan siswa sekolah swasta yang juga menggunakan fasilitas gedung sekolah kami,” ujar Widodo. rey
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
41080 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas