Jumat, 21 November 2014
Surya

ABG Dimutilasi, Dibuang ke Songgoriti

Rabu, 29 Juli 2009 08:08 WIB

BATU-SURYA - Polres Uji DNA, Karena Wajah Rusak, Tangan dan Kaki Hilang.Aksi pembunuhan sadis dengan cara mutilasi korban terjadi lagi. Kali ini, seorang korban perempuan yang diperkirakan berusia 20-an tahun, ditemukan di Jurang Torong Jeruk di atas pemandian wisata Songgoriti Kota Batu dalam keadaan yang sulit dikenali. Bagian kepala hingga leher sudah menjadi tengkorak. Dua pergelangan tangan dan kakinya terpisah dari tubuh, sementara bagian badan masih berbentuk. Rambut korban sudah lepas, dan berada dalam jarak agak jauh dengan tubuh korban. Demikian juga dengan rahang korban bagian bawah sudah lepas dari tengkorak. Ada dugaan, pembunuhan dilakukan dengan terencana sehingga tak satu pun identitas maupun sidik jari korban tercecer di sepanjang jurang. Tubuh korban ditemukan pertama kali oleh Misnu, 56 warga Jl Rambutan RT 2 RW 3 Kota Batu sekitar pukul 09.30 WIB. Waktu itu Misnu yang menjadi penggarap lahan Perhutani petak 3C itu sedang berkeliling mengecek pertumbuhan pohon kopi yang dikembangkannya dilahan Perhutani Jatim itu. “Tak ada bau busuk bangkai yang begitu menyengat. Saat melihat tengkorak korban pertama kali, saya pikir itu malah buah labu karena warnanya kuning kecoklatan,” ungkap Misnu, Selasa (28/7). Namun alangkah kagetnya Misnu, ketika mendekat, justru dia melihat ada sesosok mayat yang kepalanya sudah jadi tengkorak sedangkan tubuhnya masih utuh. Tanpa berpikir panjang, Misnu pun lari ke rumah Titut Pudjihari, tokoh Songgoriti sekaligus ketua Paguyuban Villa Songgoriti dan memberitahukan apa yang dilihatnya. “Mendapat informasi seperti itu saya bersama Pak Misnu langsung menuju tempat penemukan mayat. Dan ternyata benar, saat itu juga saya langsung menghubungi kepolisian,” ujar Titut. Proses evakuasi tergolong cukup lama, mengingat petugas kepolisian harus menuruni tebing yang cukup terjal dari pinggir jalan kawasan wisata Payung Kota Batu menuju lokasi penemuan sosok mayat berjenis kelamin perempuan itu. Saat ditemukan mayat tergeletak dalam posisi meringkuk dengan mengenakan celana baby doll berwarna putih bergambar kembang dengan warna pink. Sedangkan bagian atas tubuh korban hanya terbalut BH berwarna putih. Beberapa warga yang datang untuk melihat tampak bergidik nyeri, karena saat dievakuasi bagian kepala korban sudah menjadi tengkorak, sedangkan dua pergelangan tangan dan kaki hilang. Tak seperti kulit wajah dan kepala, tubuh korban masih utuh dan terlihat kisut dan membusuk sehingga kulit tubuh sudah berubah warna menjadi kuning kecokelatan. “Kami belum bisa memastikan umur serta tinggi badan korban. Semua bagian wajah sudah jadi tengkorak sedangkan rambut sesudah tercecer dari batok kepala. Tulang dada serta punggung pun sudah patah-patah, mungkin akibat dijatuhkan dari pinggir jalan hingga ke dasar jurang ini,” ungkap AKP Decky Hermansyah, Kasat Reskrim Polres Batu. Dikatakan, dugaan sementara pembunuhan korban tidak dilakukan di jurang alas Torong Jeruk tempat korban ditemukan. Melainkan di tempat lain dan saat tubuh korban membusuk dibuang ke jurang Torong Jeruk. Kemungkinan bahwa korban bukan warga Batu pun berkembang mengingat kawasan Payung merupakan jalur lintas antar kota. “Kami memprediksi korban sudah menjadi mayat selama 10 hari. Apalagi saat tubuh korban diangkat rumputnya masih hijau tak ada tanda bekas tertindih tubuh korban selama berhari-hari,” akunya. Polres Batu berencana akan melakukan tes DNA untuk mengetahui identitas korban. Mengingat tak satupun sidik jari yang bisa menjadi petunjuk awal bagi penyidikan kepolisian. Begitu juga dengan wajah korban sudah tak dapat dikenali. “Jalan satu-satunya adalah tes DNA, yang memiliki tingkat keakuratan 99,9 persen dalam mengetahui identitas seseorang,” jelasnya. Ketika ditanya apakah ada indikasi pelaku merupakan orang yang mengerti dunia medik, Decky mengaku belum mengembangkan penyidikan sejauh itu. Hanya saja Decky mengakui, pelaku cukup cerdik dalam menghilangkan jejak sehingga korban tak bisa dikenali. “Otopsi baru akan kami lakukan Rabu (29/7) di RSSA Malang. Sekarang mayatnya kami titipkan di Kamar Mayat RSSA Malang. Dari hasil otopsi itu penyidikan akan terus kami kembangkan,” tandasnya. dr Eriko, dari Ilmu Kedokteran Forensik Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) belum bisa memberikan keterangan apapun terkait jenasah perempuan yang ditemukan di daerah Songgoroti. "Otopsi baru akan dilakukan besok pagi (hari ini). Saya belum bisa memberikan pernyataan apapun terkait apapun, baik itu kondisi atau penyebab (kematian)," ucapnya. st11/why

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas