A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Parkir Berlangganan Bangkit Lagi, Motor Rp 25.000, Mobil Rp 50.000 - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Surya

Parkir Berlangganan Bangkit Lagi, Motor Rp 25.000, Mobil Rp 50.000

Senin, 1 Juni 2009 08:08 WIB
SIDOARJO-SURYA-Mulai hari ini, Senin (1/6), seluruh kendaraan roda dua dan empat yang mengurus perpanjangan pajak kendaraan di Kantor Samsat Sidoarjo akan dikenakan biaya parkir berlangganan. Pungutan yang sempat stagnan selama tiga tahun itu dimulai lagi setelah ada MoU antara Gubernur dengan Kapolda Jatim. Kadishub Sidoarjo Joko Sartono SH menjelaskan, turunnya MoU itu diharapkan bisa mendongkrak PAD dari sektor parkir. Untuk sepeda motor dipungut Rp 25.000 dan mobil Rp 50.000. Selama setahun, Dishub menarget Rp 13 miliar . Dari jumlah itu, sebesar 15 persen diserahkan ke pemprov dan 7,5 persen ke Polda Jatim. “Pemkab mempunyai tanggungan membayar jukir Rp 652.000/bulan atau Rp 3,260 miliar untuk 500 jukir di Sidoarjo,” tutur Joko Sartono, Minggu (31/5). Program yang dilakukan itu untuk mengintensifkan Perda 1/2006 dan Perbup 4/2006. Parkir berlangganan itu sebenarnya sempat berjalan kemudian distop kepolisian, karena terjadi salah pengertian. Akibatnya, target tidak terpenuhi. Kerja sama dengan pihak ketiga pada 2007 tambah babak belur. Baru 2008 dilakukan swakelola, hasilnya masih tetap tidak maksimal. Pengelolaan ini belum bisa menambah PAD, tapi justru menguras APBD. Dengan turunnya MoU Gubernur-Kapolda, Joko optimistis parkir berlangganan ini mampu menyumbangkan PAD. “Secara teknis, jukir harus mematuhi ketentuan ini kalau sampai terjadi pelanggaran akan dilimpahkan ke kepolisian,” ungkapnya. Dalam parkir berlangganan ini, jukir tidak diperbolehkan memungut pengendara yang sepeda motor atau mobilnya ditempeli stiker berlogo parkir berlangganan. Jika masih memungut, akan diperingatkan sampai tiga kali sebelum akhirnya diserahkan ke polisi. Dishub ingin menjaga program ini berjalan dulu sambil setiap saat dilakukan evaluasi. “Yang penting citra program ini jangan sampai dirusak jukir. Kalau ada komplain silakan menghubungi hotline 031-91744871,” jelasnya. Dalam pemberlakuan parkir berlangganan ada tanda khusus di lokasi bertuliskan parkir berlangganan. Di seluruh Sidoarjo tersebar 224 titik. Di Kota Sidoarjo saja ada 112 titik, Taman 33 titik, Krian 47 titik, dan Porong 32 titik. Kadishub berani mematok target sebesar Rp 13 miliar dengan asumsi jumlah kendaraan roda dua sebanyak 404.982 buah, roda 4 sebanyak 47.411 buah, dan roda empat plus sebanyak 18.736 kendaraan. Kasat Lantas Polres Sidoarjo AKP Iwan Saktiadi menuturkan, adanya MoU kepolisian dengan Dishub Pemkab Sidoarjo akan berjalan optimal. Pasalnya, kebijakan yang diterapkan akan menambah PAD. “MoU itu sudah dilakukan sejak Kapolda Jatim Irjen Pol Heman Sumawiredja dan sekarang tinggal pelaksanaannya,” tuturnya. Pihak kepolisian dalam parkir berlangganan ini tidak ikut berkecimpung dalam pengelolaannya. Yang memegang adalah Dishub. “Kebetulan untuk pembayaran parkir berlangganan dilakukan di samsat saat pengurusan pajak kendaraan. Tapi,l pengambilan stiker dan pemasangannya dilakukan Dishub,” jelasnya. Sementara, penerapan parkir berlangganan diharapkan ada koordinasi dengan jukir yang sudah dipilih Dishub. Dikhawatirkan pemilik kendaraan yang parkir di area parkir berlangganan masih ditarik oleh jukir. “Kalau masih ditarik sama saja dengan bohong, karena sudah membayar parkir berlangganan. Jika benar-benar diterapkan tidak ada masalah, tapi kalau sebaliknya akan menimbulkan masalah baru,” tutur Suyitno, warga Tropodo. mif
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas