Surya/

Jatim Kini Basisnya Demokrat, Unggul di Kantung PDIP dan PKB

Surabaya | Surya -Berdasarkan penghitungan sementara di berbagai daerah di Jatim hingga Jumat (10/4) petang, perolehan suara Partai Demokrat (PD) unggul dibandingkan perolehan suara partai politik (parpol) lainnya pada Pemilu 2009 ini. Didukung dengan hasil penghitungan sementara (quick count) lembaga-lembaga survei, bahkan hampir bisa dipastikan bahwa PD kini menjadi `raja baru` di Jatim. Sebelumnya, sejak pemilu 1955, partai-partai yang menguasai dua besar perolehan suara di Jatim umumnya antara partai yang didukung kuat NU (yakni Partai NU sendiri pada 1955, kemudian PKB), serta Golkar (terutama selama Orde Baru) dan PDIP. Kali ini, PD bahkan mampu meraih kemenangan di beberapa TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang selama ini dikenal sebagai basisnya PKB dan PDIP. Ini seperti yang terjadi di Istana Gebang, Jalan Sultan Agung, Kelurahan Sanan Wetan, Kecamatan Sanan Wetan, Kabupaten Blitar yang merupakan rumah keluarga proklamator Ir. Soekarno (Bung Karno). Di sana PD mampu "mempecundangi" PDIP. Hasil penghitungan suara di dua TPS yang tak jauh dari Istana Gebang, menunjukkan PD yang mengantarkan SBY menjadi presiden tersebut, justru unggul. Di TPS 14, yang berada di kompleks sekitar Istana Gebang, PD unggul dengan perolehan hingga 88 suara untuk DPR RI, lalu PDIP dengan 55 suara, Golkar 19 suara, dan Hanura 11 suara, sedang suara Gerindra "tak terlihat". Sementara di DPRD tingkat I, PD mampu raih 65 suara, PDIP 58 suara, Golkar 19 suara, dan Hanura 12 suara. Namun PDIP unggul di DPRD tingkat II, karena PD meraih 48 suara, sedangkan PDIP 50 suara, kemudian Golkar 21 suara dan Hanura 20 suara. Wakil Ketua KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) TPS 14, Warso, mengungkapkan, tingkat partisipasi masyarakat di TPS 14 cukup tinggi. Hal itu dilihat dari jumlah suara yang sah mencapai 170 lembar dari keseluruhan 231 surat suara. "Yang lain tentu tidak sah, karena tidak ada centangan, sengaja dirusak, dan banyak yang dicoret," katanya mengungkapkan. Sementara itu, di TPS 15, PD juga mampu unggul. Untuk DPR RI partai tersebut mampu meraih hingga 72 suara, lalu disusul PDIP 54 suara, Hanura 40 suara, PKS 17 suara, dan Golkar 15 suara. Ketua KPPS TPS 15, Supeno Adi mengungkapkan, pihaknya hingga kini masih melakukan penghitungan suara, namun dari jumlah tersebut, dapat dipastikan PD unggul. Di TPS tersebut, sebanyak 325 pemilih terdata. Dari jumlah itu, sekitar 65 persen menggunakan hak pilihnya, sedang sisanya memilih tidak menyalurkan hak suaranya maupun suaranya tidak sah. Di Kabupaten Sidoarjo, berdasarkan hasil penghitungan suara sementara oleh tim "Quick and Real Count" DPD PKS setempat, PD masih unggul. "Namun, data itu baru dari sekitar 30 persen suara yang masuk," kata Koordinator Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PKS Sidoarjo, Helmi M. Data yang digunakan oleh PKS tersebut, berdasarkan berita acara dari saksi-saksi PKS di masing-masing TPS yang ada di Kabupaten Sidoarjo. "Berdasarkan hasil penghitungan kami, DPT yang sudah masuk totalnya mencapai 102.629," katanya. Dari data yang masuk, PD mengumpulkan suara sebanyak 13.880. Disusul oleh PKB (13.381), PDI Perjuangan (7.259), PAN (5.401), PKS (4.013), Hanura (3.417), Golkar (3.195), Gerindra (3.062), PKNU (2.054), dan Patriot (1.759). . Ia mengungkapkan, di Kecamatan Sidoarjo Kota, PD menjadi "raja". Partai-partai lain tak ada yang perolehan suaranya mencapai angka dua ribu. Satu-satunya pesaing di kecamatan itu hanyalah PAN (1.813). Sedangkan di Kecamatan Sukodono, PKB menang telak dibanding partai-partai lain, dengan perolehan suara 7.164. Dihubungi secara terpisah, KPU Sidoarjo menyatakan, belum dapat mengumumkan hasil penghitungan suara sementara. "Kami memang tidak mengadakan penghitungan suara cepat," kata staf Sekretariat KPU Kabupaten Sidoarjo, Suryadi. Sementara dari Kabupaten Bojonegoro juga dilaporkan PD unggul. DPC Partai Demokrat setempat memperkirakan di daerah pemilihan (dapil) I, mereka memperoleh dua kursi di DPRD Kabupaten. "Dari 50 persen suara di TPS-TPS yang masuk di dapil I, kami sudah memperoleh sekitar 12.400 suara lebih," kata Sekretaris DPC PD Bojonegoro, Sukur Priyanto. Dari TPS di dapil I yang sudah masuk hasil hitungan suaranya adalah dari Kecamatan Kota Bojonegoro dan Kapas, sedangkan untuk Kecamatan Trucuk dan Dander masih belum dihitung. Dengan perolehan 12.400 suara tersebut, diprediksi PD setidaknya sudah memperoleh dua kursi untuk DPRD Kabupaten. Penghitungan itu, katanya, sesuai dengan besaran satu kursi di dapil I dalam bilangan pembagi pemilih (BPP) antara 8.000 hingga 9.000 suara. Sesuai Target Dari Kabupaten Pacitan dilaporkan, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) yang merupakan putra SBY dan jadi caleg DPR RI Dapil VII PD, mendominasi perolehan suara Pemilu 2009 di Pacitan. Ketua KPPS TPS 1, Hadi Winarno, mengatakan, EBY memperoleh banyak suara di TPS 1 dan 2 di Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, yang merupakan kampung dan tempat tinggal masa kecil SBY. "Dari total jumlah di TPS 1 sebanyak 402 pemilih, EBY memperoleh 275 suara, jauh mengalahkan caleg DPR RI lainnya, seperti Rusminiati dengan empat suara, Ramadan Pohan dengan dua suara, juga Anwar Yunus dan Moh. Utomo yang masing-masing hanya satu suara," katanya. PD sendiri mampu mengumpulkan 37 suara. Hal yang sama terjadi di TPS 2, juga Kelurahan Ploso. Dari 396 jumlah pemilih yang ada, EBY mengumpulkan sebanyak 194 suara, sedangkan Ramadan Pohan berada di urutan kedua dengan delapan suara, lalu Rusminiati dengan enam suara, dan keempat oleh Anwar Yunus dengan lima suara. Untuk jumlah suara yang mencentang PD, hasilnya mencapai 68 suara. Anggota KPU Kabupaten Pacitan, Damhudi, membenarkan bahwa EBY dan PD memperoleh suara mayoritas di Pacitan, namun pihaknya belum dapat memastikan karena proses penghitungan manual masih terus berjalan. "Suara mayoritas yang beredar memang ke EBY dan Demokrat, namun KPU Pacitan tak melakukan penghitungan cepat untuk perolehan suara sementara, karenanya kita masih menunggu,” kata Damhudi. Di Kabupaten Sumenep, Madura, hasil perolehan suara sementara yang dilakukan Relawan Said Abdullah Yess! (SAY/caleg dari PDIP) menunjukkan PD juga unggul. Koordinator Relawan SAY, Januar Herwanto, menjelaskan, pihaknya menyiapkan 701 relawan untuk menghitung perolehan suara partai politik peserta Pemilu 2009 dan caleg DPR, di 18 kecamatan daratan serta satu kecamatan kepulauan di Sumenep. "Kami memang fokus menghitung perolehan suara caleg DPR atau perolehan suara tingkat nasional. Hingga Jumat sore ini, kami sudah berhasil mendata perolehan suara di 571 TPS, yang totalnya sebanyak 59.092 suara," jelas dia. Dari data suara yang masuk tersebut, PD untuk sementara unggul dengan meraih 16.039 suara, disusul PDIP sebanyak 15.527 suara, PKB sebanyak 11.966 suara. Kemudian, Partai Golkar sebanyak 6.031 suara, PPP 5.028 suara, dan PAN 4.501 suara. "Kami yakin, penghitungan perolehan suara yang kami lakukan, adalah gambaran perolehan suara yang sebenarnya. Kami bekerja secara obyektif," kata Januar. Secara terpisah, para pengurus DPD Partai Demokrat Jatim mengatakan bahwa peningkatan perolehan suara PD pada Pemilu 2009 sudah sesuai dengan target. "Kami akan menunggu hasil rekapitulasi KPU. Namun, berdasarkan hasil pantauan partai, kenaikan suara PD di Jatim sangat signifikan, sesuai dengan target," kata Wakil Ketua Bidang Infokom PD Jatim, Arif Afandi di Surabaya, Jumat (10/4). Arif yang juga Wawali (wakil wali kota) Surabaya tersebut, mengatakan, kenaikan ini membuktikan bahwa rakyat memang menginginkan agar pemerintahan SBY dilanjutkan. Ketua DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, usai kampanye di Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, Jumat (3/4) lalu, mengatakan, target perolehan suara di Jatim sekitar 20 persen suara, sama dengan target perolehan suara nasional. Anas mengemukakan, pihaknya ingin mengulangi target yang dicapai pada Pemilu 2004 di Jawa Timur untuk Pemilu 2009. Namun angka perolehannya ditingkatkan dari sebelumnya yang mencapai 7,4 persen, menjadi minimal 20 persen. Berdasarkan penghitungan cepat yang dilakukan lembaga survei Cirus, perolehan PD di Jatim mencapai 21,8 persen, PDIP 14,46 persen, PKB 12,48 persen, Partai Golkar 9,24 persen, PAN 6,2 persen. Sedangkan berdasarkan quick count LSI pimpinan Denny JA, perolehan PD 20,81 persen, PDIP 15,04 persen dan PKB 12,16 persen. Wakil Sekretaris DPD PD Jatim, Yunianto Wahyudi membenarkan kalau perolehan PD di Jatim melebihi target. "Perolehan PD merata untuk semua Dapil, baik itu di Dapil tiga, empat, lima, enam, tujuh dan delapan. Bahkan di Dapil I Surabaya- Sidoarjo, kami mendapat lebih dari satu kursi," kata caleg DPRD Jatim Dapil I. Meski survei dan penghitungan sementara di Jatim menunjukkan keunggulan PD, KPU Jatim baru akan melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilu anggota DPR, anggota DPD, anggota DPRD provinsi dan kabupaten/ota pada 19 dan 20 April 2009. "Pada kesempatan tersebut, kami akan mengumumkan hasil penghitungan suara anggota DPR, anggota DPD dan anggota DPRD Provinsi Jatim dan menetapkan hasil pemilu calon anggota DPRD Jatim," kata anggota KPU Jatim, Arif Budiman. Arif mengemukakan, antara 10 April hingga 15 April, PPS masih mengumumkan salinan sertifikat hasil penghitungan suara dari seluruh TPS, dan PPK melakukan rekapitulasi tingkat kecamatan serta mengirimkan ke KPU kabupaten/kota.bet/k6/ais/st2/ant
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help