A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Eks Kapolda Kecewa Kapolda - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Surya

Eks Kapolda Kecewa Kapolda

Selasa, 17 Maret 2009 08:11 WIB
Jakarta | Surya-Mantan Kapolda Jatim yang baru saja diganti, Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Herman Surjadi Sumawiredja, menyatakan mengundurkan diri dari dinas di Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Senin (16/3) kemarin. Herman merasa kecewa terhadap pembatalan status hukum bekas Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) Jatim, Wahyudi Purnomo, dari sebagai tersangka menjadi saksi. Penurunan status itu terkait kasus dugaan kecurangan daftar pemilih tetap (DPT) di Madura, pada saat pemilihan gubernur (pilgub) Jatim putara III Januari lalu. Sebetulnya, Herman masih punya masa tugas 4 bulan lagi sebelum pensiun pada 1 Juni mendatang. Namun, Herman merasa tak ada maknanya lagi dirinya memperpanjang dinas. Selain karena kekecewaannya terhadap penanganan kasus dugaan kecurangan DPT itu, Herman juga merasa dirinya kini tidak memiliki job yang jelas sejak ditarik ke markas besar (Mabes) Polri di Jakarta, usai menyerahkan jabatannya kepada Brigjen Pol Anton Bachrul Alam pada 19 Februari lalu. "Saya tahu alasannya kenapa saya diganti. Saat ini (di Mabes Polri) saya juga tak punya kursi, meja, serta atasan tidak jelas. Saya hanya makan gaji buta,” kata Herman dalam jumpa pers di Hotel Grand Kemang Jakarta, Senin (16/3) sore. Herman mengungkapkan, dirinya bukanlah simpatisan suatu partai atau pun pendukung salah-satu pasangan yang bersaing dalam pilgub Jatim lalu. Apa yang diungkapkannya semata-mata demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kerja kepolisian. “Saya yakin ada sesuatu (intervensi) di balik perubahan status tersangka (Wahyudi) ini,” imbuhnya. Untuk diketahui, pada 18 Februari lalu saat masih menjabat Kapolda Jatim, Herman menetapkan Wahyudi sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan DPT pemungutan suara ulang pilgub Jatim putaran III di Bangkalan dan Sampang. Penetapan Wahyudi sebagai tersangka ini, menurut Herman, merupakan tindak lanjut dari laporan kubu Kaji (Khofifah-Mujiono). Dikatakannya, di antara total 1.244.619 DPT pilgub Jatim putaran III di Bangkalan dan Sampang, ada sekitar 345.034 DPT yang bermasalah. Itu tak sedikit karena nyaris mencapai sepertiga (27,165 persen). Yang sudah betul-betul ditemukan bermasalah mencapai 29.948 DPT. Namun, beberapa hari setelah penetapan tersangka itu, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri ''membatalkan" pernyataan Herman. Mereka menganggap data yang dikumpulkan Polda Jatim masih prematur untuk menjadi bukti awal. Penilaian itulah yang selanjutnya menjadi acuan bagi Polda Jatim di bawah kepemimpinan baru Brigjen Anton Bachrul Alam untuk tidak melanjutkan penyidikan. ''Statusnya masih penyelidikan, bukan penyidikan'' ucap Anton di Surabaya pada 27 Februari lalu ketika ditanya wartawan. Dalam jumpa pers di Jakarta kemarin, Herman menuturkan bahwa saat penyelidikan terhadap dugaan kecurangan DPT itu berjalan, Direktur Intelkam Polda Jatim dipanggil pada 9 Februari dan diminta melakukan pemaparan di Mabes Polri “Di situ, bukan pujian, yang terjadi justru sebaliknya. Kemudian saya diperingatkan agar tidak reaktif. Hingga kemudian saya diganti, saya juga tidak mengerti mengapa saya diganti,” kata Herman yang menjabat Kapolda Jatim selama 3,5 tahun. Sehari setelah pergantian dirinya, Herman mengaku mengajukan pensiun dini. Namun, hingga kini belum ada jawaban atas surat pengunduran dirinya, kendati sesuai haknya dia bisa dianggap telah mundur pada 1 Maret lalu. Ketika ditanya, bukankah MK (Mahkamah Konstitusi) sudah memutuskan bahwa kasus pilgub Jatim selesai, Herman menjawab bahwa karena itulah MK semestinya meninjau ulang. MK dinilainya terlalu cepat me-reject (menolak) gugatan Kaji. Terkait tudingan mantan Kapolda Jatim tentang adanya intervensi dalam pilgub Jatim, pihak Bareskrim Mabes Polri membantah tegas. "Yang diintervensi apa? Kasusnya juga tidak ada, di mana?" kata Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duaji di Jakarta, Senin (16/3) malam, seperti dikutip detikcom. "Kasus ini sudah pernah dijelaskan. Dan siapa yang lapor kasus ini?" tegas mantan Kapolda Jawa Barat ini. Lalu apakah pencopotan Herman terkait kasus Pilkada Jatim itu? "Wah saya nggak tahu itu," ucap Susno sambil memasuki mobilnya. Sementara itu, Fahmi Bachmid (kuasa hukum mantan Ketua KPU Jatim Wahyudi Purnomo) mengaku heran atas pernyataan mantan Kapolda Jatim yang masih mengungkit persoalan delik pidana pilgub Jatim. Pernyataan Herman itu juga menimbulkan tanda tanya besar bagi masyarakat, kata Fahmi. ”Saya justru bertanya-tanya, ada apa sebenarnya sih. Tiba-tiba saja ia mengumumkan kepada masyarakat luas, seakan-akan telah terjadi tindak pidana pemilu tanpa memperhatikan azas praduga tak bersalah,” tandas Fahmi Bachmid saat dihubungi Surya, Senin (16/3) malam. Selain itu, lanjut dia, persoalan perkara perubahan daftar pemilih tetap (DPT) ini adalah urusan dinas kependudukan. KPU tidak memiliki kewenangan untuk mencoret atau manambah jumlah DPT. Dijelaskannya, selama ini Wahyudi Purnomo tidak pernah diperiksa terkait kasus pidana pemilu. Namun sehari sebelum pergantian Kapolda Jatim, tiba-tiba Wahyudi ditetapkan menjadi tersangka. ”Saya minta agar jangan dicampur aduk antara delik pidana umum dan delik pidana pemilu supaya tidak membingungkan masyarakat. Pilgub ini sudah dianggap selesai oleh Mahkamah Konstitusi.Bahkan gubernur terpilih juga sudah dilantik,” tegasnya.jbp/yat/oen
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas