A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Full Day School - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Surya

Full Day School

Jumat, 20 Februari 2009 09:09 WIB
MENYEKOLAHKAN anak di full day school kini telah menjadi tren. Walau biayanya sangat mahal, full day school tetap menjadi pilihan daripada sekolah biasa, karena berbagai fasilitas menarik yang ditawarkan. Fasilitas itu antara lain pemberian bahasa ketiga (bahasa Arab atau Mandarin) dan tersedianya dokter spesialis anak dan ahli gizi. Kebanyakan full day school memiliki kolam renang dan perpustakaan audio visual yang lengkap dengan koneksi internet. Full day school juga memiliki ekstrakurikuler yang cukup bervariasi, seperti pramuka, karate, wushu, menggambar, basket, karya ilmiah, jurnalistik, sepak bola, dan lain lain. Ada perbedaan mencolok antara SD biasa dan SD full day school. Di SD full day school, satu orang guru mengajar satu mata pelajaran. Kurikulum di SD full day school bisa desesuaikan dengan zaman modern, sehingga murid tidak melulu belajar di dalam kelas. Selain itu, prestise orang tua akan ”terangkat” karena biaya bersekolah di sana bisa mencapai jutaan rupiah. Namun di balik semua kelebihan yang ditawarkan oleh full day school, tetap saja para orangtua patut menyimpan kekhawatiran. Tujuan full day school adalah membuat anak sibuk belajar di sekolah sehingga mereka tidak bermain dan keluyuran di luar rumah sepulang sekolah. Kenyataan yang terjadi adalah anak sudah sangat kelelahan saat sampai di rumah. Mereka merasa capek setelah seharian sekolah, dan seringkali langsung tertidur lelap. Waktu bercengkerama dengan orangtua yang sangat terbatas di malam hari. Hal ini bisa mengakibatkan hubungan antara orangtua dan anak menjadi kurang harmonis, karena kurangnya komunikasi. Selain itu, ada tipe anak pembosan. Anak-anak itu sibuk mencari cara agar guru-guru dan teman-teman memperhatikan mereka. Tapi, seringkali penyampaian cara itu negatif sehingga mereka dicap sebagai anak nakal dan biang onar. Orangtua yang salah mengartikan tingkah laku anak ini menjadi marah. Mereka telah mengeluarkan sejumlah besar uang untuk menyekolahkan anak di fullday school, tapi si anak dianggap menyia-nyiakannya. Anak menjadi stres, depresi dan akhirnya membenci sekolah. Jika Anda berniat menyekolahkan anak di full day school, pastikan bahwa kondisi mental anak benar-benar siap untuk bersekolah sehari penuh. Jangan paksakan hanya karena gengsi. Oleh Avizena Elfazia Zen Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negri Malang fazia_zen@yahoo.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
12301 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas